_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Rusmiana, Sosok Penjual Roti Kacang Tak Pantang Menyerah

Rusmiana, Sosok Penjual Roti Kacang Tak Pantang Menyerah

MEDAN, Waspada.co.id -Program pemberdayaan nasabah perempuan di segmen prasejahtera produktif Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) Syariah sangat dirasakan salah satu nasabah yang memiliki usaha roti kacang di Pancur Batu, Deli Serdang.

Nasabah atas nama Rusmiana mampu mengubah kondisi perekonomian keluarganya menjadi semakin baik dan semakin sejahtera.

Pemilik UD Gita Mandiri Jaya tersebut, menuturkan bahwa masalah permodalan menjadi salah satu hambatannya dalam merintis usaha.

“Tapi saya tak putus asa untuk membangun bisnis roti kacang ini, Awal mulanya usaha kita ini, tahun 2002, jadi kita terinspirasi dari keluarga juga, abang dari suami saya yang sudah lebih dulu buka usaha. Dulu modal usaha kita itu Rp 2 juta, yang kemudian kita beli oven, gas, dan bahan-bahan roti. Dulu masih segoni tepung kami olah, jatuh bangun kami merintis usaha roti kacang ini,”tuturnya, Rabu (18/9) lalu.

“Jadi kadang kami bentrok, namanya juga modal terbatas. Tapi bapak (suami) juga manusia gigih, dia berprinsip bahwa usaha ini harus besar. Usaha kami konsinyasi, kami titip dulu kue itu, lalu dua minggu kemudian kami bisa mengutip yang pertama. Yang kedua lalu dititip lagi jadi kami harus punya tiga kali modal,” jelasnya.

Saat itu, suami masih menggunakan sepeda untuk mengantarkan roti kacang ini kepada pelanggan. Dengan jalan yang mendaki, terjal dan berliku, membuat suami terjatuh saat mengantar kue dan membuat roti itu hancur dan berserakan di jalan serta hancur.

“Dulu kami tidak punya kendaraan, kami pinjam sepeda dayung, bapak yang mengantar roti ke kedai-kedai, kadang namanya jalan, enggak semua mulus, dakian, terkadang bapak pulang dengan keadaan roti yang sudah hancur karena jatuh, karena menanjak jalan tadi. Kami juga belum ada rumah, roti sudah hancur, sepeda sudah bengkok, pulang ke rumah sudah menetes air mata,” jelasnya.

Dengan usaha keras, tak kenal lelah, mereka terus mencari pelanggan. Pasangan suami istri ini pun mencari pinjaman kredit untuk bisa membeli sepeda motor. Dengan bantuan saudaranya, mereka bisa mendapatkan pinjaman untuk kredit sepeda motor.

“Saya juga pernah meminjam uang dari toko untuk membeli bahan-bahan kuenya. Namun, karena saat itu usahanya belum berkembang, mereka mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan dari pihak toko,” ungkapnya.

Pada 2016, mendapatkan informasi dari tetangganya tentang program BTPN Syariah yang memiliki pembiayaan untuk pemberdayaan nasabah perempuan di segmen keluarga prasejahtera.

“Ada tetangga mengajak saya untuk ikut bergabung di BTPN Syariah ini dan pinjaman saya di BTPN Syariah itu Rp 3 juta dalam jangka setahun dan pembayaran bisa lancar dan pinjaman kedua saya itu Rp 25 juta. Dari Rp 3 juta naik ke Rp 25 juta, saya juga salut nengok BTPN Syariah bisa mempercayai kami tanpa ada agunan, dalam dua tahun saya bisa lunasi dan inilah pengajuan saya mau naik pinjaman lagi,” terangnya.

适适

“Memang BTPN Syariah tidak memilih-milih agama, yang penting kita konsisten dan usaha berkembang. Puji Tuhan usaha kami mengalami peningkatan luar biasa, saat ini rata-rata produksi roti per hari 400 kg hingga 600 kg, dan omser per hari juga lumayan,”tandasnya.(wol/Eko/data1)

Check Also

Program Delkos Mudahkan Nasabah Lakukan Trading

WOL – Melalui Program Delkos, A Systematic Daily Trading Opportunities yang hanya diberikan kepada nasabah. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.