Home / Warta / Mancanegara / Rusia: Teroris Siapkan Serangan Bom Kimia di Suriah
Anggota Front Nusra Al Qaeda membawa senjata mereka saat bergerak menuju posisi mereka selama serangan untuk menguasai kota barat laut Ariha (dok. REUTERS)

Rusia: Teroris Siapkan Serangan Bom Kimia di Suriah

MOSKOW, Waspada.co.id – Militer Rusia mengatakan kelompok teroris Tahrir al-Sham telah menyelesaikan persiapan serangan provokasi menggunakan bom kimia di Provinsi Idlib, Suriah.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, mengatakan kelompok itu dibantu dua kelompok lainnya yaitu Turkistan Islamic Movement, dan perwakilan White Helmet.

Ketiga kelompok ini bertemu di Idlib pada 7 September 2018 untuk berkoordinasi soal rencana serangan jebakan bom kimia untuk menyasar militer Suriah. Rencananya, mereka akan menyalahkan serangan bom kimia itu kepada militer Suriah.

Ada empat daerah yang menjadi sasaran serangan bom kimia ini yaitu Jisr Al-Shugur, Serakab, Taftanaz, dan Sarmin.

“Ada skenario membuat rekaman film soal insiden serangan menggunakan zat berbahaya yang dilakukan oleh pasukan pemerintah Suriah terhadap warga sipil,” kata Konashenkov seperti dilansir Sputnik News Sabtu, 8 September 2018 waktu setempat.

Menurut Konashenkov, ketiga kelompok ini akan memastikan pelaksanaan rencana provokasi itu pada 8 September 2018 malam. Mereka akan mendapat sinyal untuk pelaksanaan rencana serangan itu dengan kedatangan tim khusus dari sejumlah ‘teman-teman asing’.

Sejak dua pekan terakhir, militer Rusia menuding ada plot serangan bom kimia yang dilakukan kelompok Tahrir untuk menyalahkan militer Suriah. Serangan bom kimia ini untuk memicu serangan rudal presisi Amerika Serikat dan sekutu, seperti yang telah terjadi dua kali sebelumnya pada 2017 dan 2018.

Pemerintah AS, Inggris, dan Prancis telah menyatakan akan bereaksi cepat dan kuat jika ada indikasi militer Suriah melakukan serangan bom kimia.

Idlib merupakan satu-satunya provinsi di Suriah, yang masih dikuasai kelompok perlawanan dan teroris terhadap pemerintah Suriah. Perang sipil di Suriah telah berlangsung sejak 2011 antara pemerintah yang berbasis Syiah dengan kelompok oposisi yang berbasis Sunni.

Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Marinir Joseph Dunford, mengatakan Pentagon telah menyiapkan opsi militer menghadapi kemungkinan adanya penggunaan bom sipil di Idlib, Suriah. Dia telah mengkomunikasikan ini dengan Presiden AS Donald Trump. (cnn)

 

Check Also

Suriah Klaim Israel Jatuhkan Rudal di Bandara Internasionalnya

DAMASKUS, Waspada.co.id – Rudal Israel dikabarkan diluncurkan dengan menargetkan bandara internasional Damaskus di Suriah, Sabtu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: