_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Romy Sebut Nama Khofifah, KPK: Sampaikan ke Penyidik
Jubir KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

Romy Sebut Nama Khofifah, KPK: Sampaikan ke Penyidik

JAKARTA, Waspada.co.id – Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menegaskan pihaknya tak mau terburu-buru menindaklanjuti pernyataan mantan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy (Romy) yang menyebut Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ikut merekomendasikan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Namun, sambung Febri bila dibutuhkan penyidik, Khofifah dan pihak lainnya yang disebutkan Romy, akan dimintai keterangannya.

“Nanti nama-nama atau informasi-informasi atau hal-hal lain itu sebenarnya bisa disampaikan langsung kepada penyidik kalau memang relevan. Jadi relevansinya harus kita lihat, bisa saja orang-orang menyebut nama siapapun namun tentu KPK punya tanggungjawab untuk melihat ada atau tidak relevansinya dengan pokok perkara,” kata Febri di Gedung KPK Jakarta, Jumat (22/3).

Sebelumnya, Romy menyebut nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga ikut memberikan rekomendasi terhadap dirinya bahwa Haris adalah benar-benar orang yang berkualitas dan berkompeten. Haris adalah salah satu dari tiga tersangka dalam perkara dugaan jual beli jabatan di Kemenag RI yang menjerat Romi

“Saya meneruskan aspirasi, misalnya, contoh saudara Haris Hasanuddin. Memang dari awal saya menerima aspirasi itu dari ulama seorang Kiai, Kiai Asep Saifuddin Halim yang dia adalah seorang pimpinan ponpes besar di sana, dan kemudian ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya, beliau Gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan ‘mas Romi, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus’. Sebagai gubernur terpilih pada waktu itu beliau mengatakan ‘kalau mas Haris saya sudah kenal kinerjanya, sehingga ke depan sinergi dengan pemprov itu lebih baik’. Nah, misalnya meneruskan aspirasi itu dosa? terus kita ini mengetahui kondisi seseorang dari siapa? Tetapi kan itu tidak kemudian menghilangkan proses seleksinya,” ungkap dia.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yaitu Romi diduga sebagai penerima suap. Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Diketahui, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. (republika/ags/data2)

Check Also

Pesan KPK untuk Kepala Daerah : Jangan Takut Jika Tidak Korupsi

JAKARTA – ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menitipkan pesan kepada kepala daerah di seluruh Indonesia agar ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.