_
Home / Fokus Redaksi / Rommy: Saya Merasa Dijebak
foto: antara

Rommy: Saya Merasa Dijebak

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, menyebut telah dijebak dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang telah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya merasa dijebak,” kata Rommy saat keluar dari Gedung KPK di Jakarta, Sabtu (16/3).

Rommy kemudian menyodorkan sebuah kertas kepada awak media. Entah apa maksud Rommy, ia menyebut semua detail soal dijebak ada di dalam kertas tersebut.

“Tapi detail ada di sini (tulisan kertas),” jelas Rommy.

Anggota DPR RI ini mengatakan kasus yang telah menyeretnya ini adalah sebuah resiko seorang pemimpin.

“Saya merasa dijebak risiko sebagai pemimpin, yang memperjuangkan nasionalisme, moderat dan religius. Nasionalisme religius yang moderat,” ucapnya.

KPK telah menetapkan Rommy sebagai tersangka dalam pengisian jabatan di Kemenag Wilayah Jawa Timur. Rommy diduga menerima suap dalam kasus ini dan kini telah ditahan oleh KPK. Dua tersangka pemberi suap adalah Kepala Kantor Kemenag Wilayah Jatim Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Wilayah Gresik Muh Muafaq Wirahadi.

“Total uang yang diamankan pada OTT kemarin itu Rp156.758.000. Namun perlu kami sampaikan ini rentetan-rentetan dari pemberian sebelumnya, itu kemarin hanya sebagian kecil yang diterima,” kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief.

Laode mengatakan uang itu disita dari sejumlah orang di Jawa Timur. Awalnya, KPK menyita uang dari Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) sebesar Rp17,7 juta. Lalu, tim KPK juga menemukan uang dari asisten Romahurmuziy, Amin Nuryadin (ANY) Rp50 juta dan Rp70,2 juta.

Terkahir, uang dari Haris Hasanuddin (HRS) sebesar Rp18,85 juta juga disita. Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juntco Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Haris dan Muafaq dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. (wol/aa/ini/data1)

Editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Dibantarkan Dua Kali, KPK Pastikan Penyidikan Romi Terus Berjalan

JAKARTA – Eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romi untuk kedua kalinya kembali dibantarkan proses ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: