_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Romahurmuziy Ajukan Gugatan Praperadilan Lawan KPK
foto: Jawa Pos

Romahurmuziy Ajukan Gugatan Praperadilan Lawan KPK

JAKARTA – Mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy alias Romi mengajukan gugatan praperadilan untuk melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Romi mengajukan gugatan terkait penetepan tersangka oleh KPK atas kasus dugaan suap jual-beli jabatan di Kemenag. KPK telah menerima jadwal sidang perdana gugatan praperadilan tersebut pada 22 April 2019 mendatang.

“Jadi, tersangka mengajukan praperadilan dan KPK sudah menerima surat dari PN Jakarta Selatan,” kata Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Menurut Febri, pihaknya siap menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan oleh Romahurmuziy. KPK akan mempelajari lebih lanjut terlebih dahulu surat permohonan gugatan tersebut.

“KPK pasti akan menghadapi praperadilan tersebut apalagi kami yakin dengan proses tangkap tangan yang dilakukan, bukti-bukti yang ada, dan juga proses penyidikan yang sudah dilakukan,” ujar Febri.

Febri menambahkan, sejauh ini, Romi masih dibantarkan penahanannya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. KPK masih menunggu hasil dari rumah sakit terkait perkembangan kesehatan Romi.

“Untuk tersangka RMY sendiri status penahanannya sampai hari ini belum kembali ke Rutan karena masih dalam proses pembantaran tahanan di RS Polri,” tuturnya.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan mantan Ketum Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy sebagai tersangka. Anggota Komisi XI DPR RI tersebut diduga terlibat kasus jual-beli jabatan di Kementeriaan Agama (Kemenag).

Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin.

Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, Haris mendatangi kediaman Romi dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai dengan komitmen sebelumnya. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Kemudian, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak diusulkan ke Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin. Sebab, Haris diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin. KPK menduga telah terjadi kerjasama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemenag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemenag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romi.

Pada tanggal 15 Maret 2019, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romi untuk menyerahkan uang Rp50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.

Check Also

Gubernur Kepri Resmi Jadi Tersangka Suap Izin Reklamasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun dan dua orang lain resmi ditetapkan sebagai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: