Newsticker
WOL / Warta / Mancanegara / Rodrigo Duterte Perpanjang Perang Narkoba hingga 2022
Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte memperpanjang perang narkoba hingga 2022 (Foto: Lean Daval Junior/Reuters)
Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte memperpanjang perang narkoba hingga 2022 (Foto: Lean Daval Junior/Reuters)

Rodrigo Duterte Perpanjang Perang Narkoba hingga 2022

agregasi
agregasi

 

MANILA – Kepala Kepolisian Nasional Filipina (PNP) Ronald Dela Rosa menangguhkan seluruh satuan antinarkoba setelah kasus penculikan serta pembunuhan terhadap pengusaha bernama Jee Ick-joo. Sejumlah opsir polisi diduga menculik serta membunuh pengusaha asal Korea Selatan (Korsel) itu di markas besar PNP di Manila pada Oktober 2016.

“Untuk para polisi jahat, hati-hati! Kita tidak lagi memerangi narkoba. Kita sekarang akan memerangi para bandit!” ujar Ronald Dela Rosa, sebagaimana dimuat Reuters, Senin (30/1/2017). Pernyataan tersebut keluar hanya beberapa jam sebelum Bato menuturkan akan membubarkan satuan antinarkoba.

“Kami akan membersihkan kesatuan, mungkin saja setelah itu kami akan melanjutkan perang terhadap narkoba. Presiden Rodrigo Duterte meminta kami membersihkan organisasi terlebih dahulu. Saya tidak tahu berapa lama untuk membersihkan kesatuan. Namun, jika kami saling bekerja sama satu sama lain, membantu sesama, mungkin hanya butuh satu bulan,” sambung Dela Rosa.

Jee Ick-joo ditangkap di rumahnya di Angeles, dekat Ibu Kota Manila dalam razia narkoba. Menurut keterangan Kementerian Kehakiman, setelah dicekik hingga tewas, para pelaku berpura-pura korban masih hidup dengan maksud meminta uang tebusan dari pihak keluarga.

Sementara itu Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte mengingkari janji kampanyenya. Pria asal Davao City itu pernah menyatakan hanya akan memerangi narkoba hingga Desember 2016, atau enam bulan pertama masa kepemimpinannya. Pria berusia 71 tahun itu kemudian memperpanjang perang hingga Maret 2017. Perang tersebut sekarang diperpanjang hingga masa jabatannya berakhir pada 2022.

“Saya akan memperpanjangnya hingga hari terakhir masa jabatan. Maret 2017 sudah tidak lagi berlaku. Perpanjangan ini penting karena saya ternyata meremehkan betapa dalamnya masalah narkoba di Filipina,” ujar Duterte, seperti dimuat BBC. Sebagai informasi, seorang Presiden Filipina memiliki masa jabatan selama enam tahun.

Baca Juga

Foto Ilustrasi Okezone

Edan! Di Lapas Cipinang, Jaringan Freddy Budiman Bisa Kendalikan Kamera CCTV

  JAKARTA – Jaringan narkoba, Fredy Budiman mendapatkan fasilitas mewah di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.