Home / Warta / Politik / Resmi Gugat KPU Sumut ke Bawaslu, Pasangan JR-Ance Siapkan 10 Alat Bukti
(foto: Wahyudi/Okezone)

Resmi Gugat KPU Sumut ke Bawaslu, Pasangan JR-Ance Siapkan 10 Alat Bukti

agregasi
agregasi

 

MEDAN – Pasangan Jopinus Ramli (JR) Saragih-Ance Selian, secara resmi telah menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara.

KPU digugat atas keputusan penetapan calon pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Sumatera Utara 2018. Keputusan itu diumumkan setelah KPU Sumut melakukan rapat pleno terbuka terkait hasil penelitian berkas pencalonan pada 12 Februari 2018 lalu.

Di mana dalam penetapan itu, dari 3 pasangan bakal calon yang mendaftar di Pilgub Sumut 2018. Hanya pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus yang ditetapkan. Sementara pasangan JR-Ance yang didukung Partai Demokrat, PKB dan PKPI, tidak ditetapkan sebagai pasangan calon karena tidak memenuhi syarat pencalonan.

Berkas gugatan JR-Ance diantarkan langsung sejumlah kuasa hukumnya ke Kantor Bawaslu Sumut di Jalan Adam Malik, Medan, Rabu (14/2/2018). Berkas tersebut diterima piket pelaporan Bawaslu pada pukul 14.15 WIB.

Salah seorang kuasa hukum JR-Ance, Jonni Silitonga menyebutkan, inti dari gugatan yang mereka sampaikan ke Bawaslu adalah terkait keputusan KPU yang melanggar undang-undang. Dimana berdasarkan ketentuan perundang-undangan sebenarnya berkas yang diajukan JR-Ance memenuhi syarat sehingga harusnya diloloskan dalam pencalonan.

“Pertama saya mau sebutkan bahwa kita mengajukan permohonan kepada bawaslu, bahwa dalam keputusan yang disampaikan oleh KPU sumatera utara, kita anggap melanggar undang-undang. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 45, disebutkan bahwa untuk mendaftar digunakan ijazah terakhir. Pada konteks itu, klient kita mengajukan mulai dari ijazah SMA, S1, S2 dan S3. Dengan demikian sebenarnya syarat itu dipenuhi,” urai Jonni.

“Sebenarnya yang penting adalah ijazahnya dulu. Persoalan legalisir, sebenarnya ada juga yang kita pegang. Tapi saya pikir substansinya dulu lah yang penting,” sambungnya.

Jonni mengaku, dalam gugatan yang mereka ajukan, ada sebanyak 10 alat bukti yang disampaikan. Namun ia enggan merinci alat bukti dimaksud. “Nanti lah itu saat prosesnya berjalan di Bawaslu,” tegasnya.

Jonni mengaku, pihaknya optimis Bawaslu akan memenangkan klient mereka dalam sengketa tersebut. mereka juga akan menghadirkan sejumlah saksi ahli untuk membuktikan keyakinan tersebut.

“Kita akan hadirkan saksi ahli untuk membuktikan bahwa proses yang kita ajukan, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” tutur Jonni.

Seperti diberitakan sebelumnya, berkas pencalonan JR-Ance dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU setelah mereka melakukan penelitian terhadap berkas pencalonan yang diajukan pasangan JR-Ance. Berkas yang membuat JR-Ance tidak memenuhi syarat itu adalah fotokopi ijasah terlegalisir dari SMA Swasta Iklas Prasasti Jakarta milik JR Saragih.

Di mana berdasarkan surat keterangan yang ditandatangani Plh Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, bahwa fotokopi legalisir atas ijasah JR itu tidak pernah mereka terbitkan. Di sisi lain, JR beserta Partai Demokrat mengaku sudah memiliki surat lain yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta saat ini, yang menyebutkan bahwa ijasah JR Saragih, merupakan ijazah asli yang pernah mereka terbitkan.

Soal keaslian ijazah JR ini sebenarnya juga sudah pernah di uji di Mahkamah Agung pada tahun 2015 lalu, saat JR maju kedua kalinya di Pilkada Kabupaten Simalungun. MA kala itu memenangkan JR dan mengabsahkan ijasah tersebut.

Check Also

KPU Klaim Sudah Lakukan Prosedur yang Benar Terkait Ijazah JR Saragih

JAKARTA, WOL – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra mengatakan, verifikasi yang dilakukan KPU ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: