Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Rektor Unimed: PT Harus Ikuti Irama Ekonomi Digital
WOL Photo

Rektor Unimed: PT Harus Ikuti Irama Ekonomi Digital

MEDAN, Waspada.co.id – Rektor Universitas Negeri Medan Prof. Syawal Gultom yang diwakili Dekan FE Unimed Prof. Indra Maipita mengatakan ekonomi digital (digital economy) sudah mengubah tatanan dan pola transaksi di dunia. “Perguruan tinggi harus mengikuti itu,” katanya.

Hal tersebut diungkapkan Prof. Indra Maipita mewakili Rektor Unimed saat menutup rangkaian kuliah umum yang digelar Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (Unimed) di auditorium, Kamis (26/4). Kuliah umum tersebut digelar sejak Selasa (24/4) sampai Kamis (26/4), dengan tema digital economy.

Di hari pertama menghadirkan Pimpinan Bank Indonesia Sumut Arif Budi Santoso dan Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mulyanto, membahas regulasi transaksi dan dampak transaksi non tunai dalam ekonomi digital.

Hari kedua Rektor Unimed Prof. Syawal Gultom membahas kesiapan perguruan tinggi dalam perkembangan ekonomi digital, sesi ini juga diisi Pinwil BNI wilayah Sumbagut Rudi Harjito. Di hari ketiga, EVP Telkom Sumatera Stanislaus Susatyo (peran sektor telekomunikasi dalam ekonomi digital) dan Komisaris Bank Sumut Hendra Arbie mengulas financial technology.

Kemudian Dr. Nurhaida Pohan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan menjelaskan kebijakan pemda dalam ekonomi digital.

“Era berubah begitu cepat. Bahkan ke depan uang yang kita pegang sekarang sebagai alat transaksi secara perlahan akan digantikan oleh cashless (tanpa uang),” kata Indra Maipita dalam acara yang juga dihadiri Wakil Rektor I Prof  Abdul Hamid, Wakil Rektor II Prof Restu, Wakil Rektor III Prof Sahat Siagian, Wakil Rektor IV Prof Manihar Situmorang, beserta Wakil Dekan I Eko Wahyu Nugrahadi, Wakil Dekan II FE La Ane dan Wakil Dekan III Jhonson.

Dia memaparkan sejumlah data tentang penetrasi ekonomi digital. “Berbagai negara mulai mencanangkan menggarap potensi ekonomi digital, salah satunya Indonesia. Pemerintah telah mencanangkan pada 2020, nilai bisnis ekonomi digital Indonesia mencapai 130 miliar dolar AS atau setara Rp1.730 triliun. Terlebih, pengguna internet Indonesia sudah 150 juta dan akan terus tumbuh.”

Prof Indra Maipita menambahkan salah satu program pemerintah RI adalah melalui Palapa Ring (jaringan serat optic nasional) dan peluncuran satelit yang rencananya diluncurkan 2019. Itu akan melayani kebutuhan internet cepat diseluruh Indonesia.

Menurutnya lagi, berdasarkan riset yang dilakukan Google dan Temasek, Asia Tenggara memiliki potensi pasar online yang sangat luar biasa besar untuk bisnis mendatang. Laporan tersebut menyebutkan pasar online di Asia Tenggara mencapai 200 miliar dolar AS atau 2.647 triliun di 2025. “Jadi perguruan tinggi harus mengikuti trend ini,” tuturnya.

EVP Telkom Sumatera Stanislaus Susatyo mengungkapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital ini akan ditempuh dengan pembangunan infrastruktur. “Termasuk peluncuran satelit serta membangun cashless society serta mendorong kreatifitas dalam Indonesia digital community. Jadi kita dorong infrastruktur, kemudian kita kerjasama juga untuk pengembangan aplikasinya,” kata dia.

Sedangkan Hendra Arbie, mengatakan financial technology merupakan imbas dari era disrupsi. “Nanti tenaga kerja akan berkurang di bank. Digantikan mesin. Lalu sistem pembayaran pun tak lagi uang. Tapi menggunakan QR code atau scan barcode lewat handphone,” ungkapnya.

Menurut Hendra, teknologi keuangan berkembang cepat sejak zaman 1.0 yang ditandai dengan transaksi manual bertentuk wesel pos atau juga telex.

“Lalu kita masuk ke fintech versi 2.0 saat ATM dan mesin menjadi tempat kita mengambil duit. Berubah lagi menjadi fintech 2.5 ketika kartu kredit, transaksi dengan chip digunakan. Sekarang sudah di generasi 3.0 dengan perubahan transaksi tak lagi menggunakan bukti fisik,” tuturnya. (wol/ags/min/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

Ketua Senat Unimed Terancam Dibekukan

MEDAN, WOL – Pasca-kejadian pemukulan pihak keamanan Universitas Negeri Medan (Unimed) terhadap salah satu mahasiswanya, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: