_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Rasio Cadangan Migas Indonesia Tembus 542 Juta Barel
Foto: Reuters

Rasio Cadangan Migas Indonesia Tembus 542 Juta Barel

JAKARTA – Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM mencatat rasio cadangan pengganti migas Indonesia dalam setahun terakhir dari 5 persetujuan proposal pengembangan (plant of development/POD) I mencapai 542 juta barrel oil (mmbo) untuk minyak dan 555 juta standard cubic feet (bscf) untuk gas.

Berdasarkan data yang dihimpun Antara News, di Jakarta, Senin (14/1/2019) perbandingan antara cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang ditemukan dengan yang diproduksikan (Reserve Replecement Ratio/RRR) di Indonesia selama tahun 2018 mencapai 105% dari yang ditargetkan 100% di awal tahun.

Adanya penambahan cadangan tersebut ditandai antara lain dengan persetujuaan proposal pengembangan (Plan of Development/POD) I di beberapa lapangan.

Sementara itu, total cadangan minyak dan kondensat di Indonesia adalah 7,51 miliar barel dan 135,55 trillion standard cubic feet (tscf) untuk gas bumi.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto mengatakan, peningkatan tersebut ditopang dari persetujuan POD I di lima lapangan, di mana empat persetujuan POD I berasal dari PSC Cost Recovery dan satu persetujuan POD I dari PSC Gross Split.

Dari jumlah POD yang disetujui berasal dari Wilayah Kerja (WK) Batanghari, Lapangan North West Kenanga yang dioperatori PT.Gregory Gas Perkasa, WK Wain, Lapangan Karamba, Operator PT. Pandawa prima Lestari, WK Kasuri, Lapangan Asap, Kido dan Merah, Opt. Genting Oil Kaasuri Pte, WK South West Bukit Barisan, Lapangan Sinarmar, Opt. PT Riski Bukit Barisan Energi dan WK East Sepinggan, Lapangan Marakes, Eni East Sepinggan Ltd.

“Total perkiraan government take yang diterima dari adanya lima persetujuan POD tadi sekitar USD3,9 miliar, ” ungkap Djoko.

Selama setahun terakhir, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk peningkatan kegiatan eksplorasi melalui percepatan persetujuan POD I sesuai arahan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Hasilnya, produksi migas hingga akhir Desember 2018 bisa mencapai angka 772,25 ribu barrel oil per day (bopd) untuk minyak dan 7760 mmscfd untuk gas.

Ini berarti, dari 1 barel minyak yang diproduksikan, tingkat pengembalian penggantinya sekitar 1 barel.

Check Also

Lampaui Target, Penerimaan Negara dari Hulu Migas Capai Rp246,7 Triliun

JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.