Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Proyek Kereta Cepat Usulan Jepang Lebih Menguntungkan
setkab.go.id

Proyek Kereta Cepat Usulan Jepang Lebih Menguntungkan

JAKARTA, WOL – Proyek kereta cepat yang ditawarkan Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) ternyata akan jauh lebih menguntungkan serta memiliki produk yang jauh lebih baik dari China Railway Corporation.

Sayangnya JICA dikalahkan akibat ada konspirasi busuk antara Jokowi dengan Xu Shaosi, Menteri Pembangunan Nasional dan Komisi Reformasi China  untuk mempengaruhi tender yang sedang berlangsung.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu  Arief Poyuono  mengatakan, perbandingan yang ditawarkan oleh JICA yaitu 4,4 miliar USD dengan masa pinjaman 40 tahun dengan grace periode (masa mulai membayar bunga) 10 tahun kemudian setelah pinjaman cair dengan bunga 0,1 persen.

Sedangkan China Railway Corporation menawarkan 5,5 miliar USD untuk proyek kereta cepat Jakarta Bandung ,yang jauh lebih mahal 3 kali dari biaya pembangunan proyek kereta api cepat dengan kecepatan 250 Km  per jam  yang sama di China  dengan panjang lintasan 305 Km.

Dengan masa pinjaman 50 tahun, dibutuhkan jaminan dari pemerintah berupa sovereign guarantee dalam bentuk subsidiary loan agreement agar BUMN mendapatkan pinjaman sebesar 5,5 miliar USD  dengan bunga bank 2% per tahun.

Dikatakan, pernyataan Menteri BUMN Rini Soemarno yang menyebut bahwa proyek kereta cepat  tidak mengunakan jaminan dari pemerintah terkesan membodohi public.

Sebab  setelah ground breaking proyek kereta api cepat, Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional disebutkan bahwa negara dapat menjamin proyek strategis nasional.

Pembiayaan tersebut juga akan merugikan BUMN yang bergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN ( WIKA, PTPN 8, PT KAI, PT JSM) dengan saham 60% dibanding China Railway Corporation yang hanya 40%.

“Loh kok aneh kenapa tidak 100 persen saham dimiliki oleh BUMN  Kenapa China Railway Corporation mendapatkan 40 persen Saham ,lalu apa prestasi CRC dalam proyek ini.  Apakah akibat pinjaman sebesar 5,5 miliar  USD untuk projek kereta cepat Jakarta-Bandung  yang didapat dari China Bank Development,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Karena itu jelas sudah Rini Soemarno membodohi publik termasuk Presiden Jokowi dan menteri menteri.

“Karena itu masih ada jalan untuk menolak tragedi kerugian negara triliunan rupiah yang akan ditanggung oleh anak cucu kita termasuk meminta kepala daerah untuk ramai-ramai menolak apalagi sudah dipastikan jalur kereta cepat tidak ada dalam RTRW Kabupaten,” ujarnya.

Dia juga mensinyalir, ada konspirasi busuk antara Jokowi dengan pihak China untuk memaksakan proyek mercusuar termasuk keterlibatan oknum di lingkungan Istana soal fee rente projek kereta cepat.(hls/data1)

Check Also

Jokowi Gelar Rapat Tindak Lanjut Tambahan 10 Ribu Kuota Haji Indonesia

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas) untuk menindaklanjuti tambahan 10 ribu kuota ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: