Breaking News
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Profil Djoko Setiadi, Kepala Badan Siber yang Pernah Jualan Kue Basah
Djoko Setiadi saat dilantik Presiden Jokowi sebagai Kepala BSSN. (Foto: Antara)
Djoko Setiadi saat dilantik Presiden Jokowi sebagai Kepala BSSN. (Foto: Antara)

Profil Djoko Setiadi, Kepala Badan Siber yang Pernah Jualan Kue Basah

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Mayjen Djoko Setiadi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2018). Dalam upacara pelantikan di Istana Negara, Kepala Negara melantik sekaligus mengampil sumpah jabatan Djoko Setiadi, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan.

Lalu siapakah sosok Djoko Setiadi? Dari penelusuruan Okezone di akun Twitter @Lemsaneg_RI, mantan Kepala Lemsaneg itu lahir di Surakarta dalam keluarga sederhana dengan 8 orang saudara. Setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia berkeinginan melanjutkan sekolah ke Jakarta, namun terbentur keterbatasan biaya.

Berkat tekad kuatnya, Djoko berhasil sekolah di Jakarta dengan berjualan kue basah. Saat itu ia tinggal bersama kakak kandungnya. Lulus SMA Tahun 1997, ia mendaftar ke Akademi Sandi Negara (Aksara) melalui informasi yang tanpa sengaja dia ketahui dari surat kabar. Dari ratusan pendaftar, Djoko berhasil menjadi satu dari delapan orang terpilih yang berhasil masuk.

Saat mendaftarkan diri, beliau tidak memiliki bayangan akan seperti apa perkuliahan yang akan dihadapinya di Aksara. Dapat berkuliah secara gratis dan semua pembiayaan ditanggung oleh Negara menjadi alasannya mengambil keputusan ikut  ujian tersebut.

Djoko Setiadi lulus dari Aksara pada 1980. Ia mengagumi sosok Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati yang saat itu menjabat sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) pertama di Indonesia. Sosok dr. Roebiono yang mampu memimpin Lemsaneg dengan baik dan memiliki latar belakang TNI menginsiprasi Djoko untuk meniti karier di TNI setelah lulus dari Aksara. Djoko kemudian mengikuti pendidikan TNI dan lulus Tahun 1981.

Saat mengawali karir dari Letnan Dua, ia ditugaskan ke Kalimantan Barat selama kurang lebih 8 tahun lamanya. Di sana, ia bertemu dengan Ibu Kyatti Imani yang saat jadi istrinya. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai dua puteri kembar.

Saat mencapai pangkat Kapten, Djoko mendapat kesempatan mengikuti penugasan di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Tahun 1990 berhasil lulus dan ditempatkan di Pusat Komunikasi Kementerian Luar Negeri. Tak lama kemudian, Djoko Setiadi dipindahtugaskan ke Turki selama 4.5 tahun yang saat itu sedang terjadi perang teluk di daerah Irak.

Setelah kembali ke Tanah Air, Djoko ditugaskan di Pusat Intelejen Angkatan Darat (Pusintelad) yang dilanjutkan di Kodam I/BB di Medan. Kemudian ia melaksanakan tugas di Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres).

Dalam perjalanan karirnya, ia sempat bersekolah di Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat atau biasanya disebut dengan SESKOAD selama 11 bulan dan ditempatkan di Paspamres selama empat tahun.

Berdasarkan perintah dari Kepala Lemsaneg saat itu, ia dipindahtugaskan dan kembali mengabdikan diri di Lemsaneg.

Berawal di Direktorat Pengamanan Sinyal, ia menjadi Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan di Ciseeng, Bogor. Tak lama, Djoko Setiadi menjadi Deputi Pengaman Persandian (Deputi II).

Melalui Keputusan Presiden (Keppres), pada 2011 Djoko Setiadi diangkat menjadi Kepala Lemsaneg.

Kemudian, pada Rabu 3 Januari 2018, Presiden Jokowi melantik Mayjen TNI Djoko Setiadi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Istana Negara. Setelah resmi jadi Kepala BSSN, Djoko pun diberhentikan dengan hormat dari lembaganya.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.