_
Home / Warta / Teknologi / Produk Dengan Harga Murah Lebih Laku, Apple Terancam Merugi
Istimewa

Produk Dengan Harga Murah Lebih Laku, Apple Terancam Merugi

Waspada.co.id – Dalam sebuah surat pada investor, CEO Apple Tim Cook memeringatkan bahwa pendapatan pada kuartal pertama tahun ini mungkin akan lebih rendah dari perkiraan.

Kini, mereka memperkirakan bahwa mereka hanya akan mendapatkan USD84 miliar, jauh lebih rendah dari perkiraan mereka pada November, yang mencapai sekitar USD89 miliar sampai USD94 miliar.

Margin kotor mereka diperkirakan mencapai 38 persen, sedikit lebih rendah dari margin kotor biasanya, yaitu sekitar 38 persen sampai 38,5 persen.

Ini menunjukkan bahwa produk Apple yang laku terjual sekarang adalah produk dengan harga lebih murah yang tidak terlalu menguntungkan perusahaan, lapor CNET.

Sebagai perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia, Apple jarang mengeluarkan peringatan akan pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan. Mereka tidak pernah mengeluarkan peringatan selama setidaknya 15 tahun belakangan.

Namun, angka penjualan selama musim liburan — yang selalu menjadi momen penting untuk penjualan iPhone — akan memperkuat rumor bahwa Apple memang tengah kesulitan karena konsumen telah bosan dengan produk mereka.

Pada November, Apple mengumumkan bahwa mereka akan berhenti mengumumkan jumlah penjualan produk mereka, yang dianggap sebagai bahwa keadaan perusahaan mulai memburuk.

“Penjualan iPhone kemungkinan turun dan saya percaya, harga dari ponsel yang lebih mahal tengah turun karena diskon pada musim liburan,” kata Patrick Moorhead, analis di Moor Insights.

Apa yang Apple alami sekarang mirip dengan apa yang terjadi lebih dari 10 tahun lalu. Ketika itu, di tengah-tengah krisis ekonomi, pendapatan Apple tidak mencapai target. Steve Jobs, yang saat itu menjabat sebagai CEO, lalu hadir di laporan keuangan untuk menenangkan para investor, mengatakan bahwa Apple akan baik-baik saja. Dan dia benar.

Masalah di Tiongkok
Kali ini, masalah ekonomi tidak terjadi di Amerika Serikat. Cook menganggap, kegagalan Apple untuk mencapai target adalah karena mereka meremehkan perlambatan ekonomi Tiongkok. Di negara itu, angka penjualan iPhone, Mac, dan iPad terus menurun.

Cook merasa, alasan lainnya adalah faktor ekonomi makro seperti perang dagang antara AS dan Tiongkok. “Kami percaya, keadaan ekonomi di Tiongkok dipengaruhi oleh menegangnya hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat,” kata Cook.

Selain rendahnya permintaan iPhone di Tiongkok, Cook juga menyebutkan, alasan lain penjualan iPhone menurun adalah karena jumlah subsidi dari operator yang semakin sedikit, naiknya harga iPhone di luar negeri karena kuatnya dollar, dan konsumen yang lebih memilih untuk mengganti baterai daripada mengganti ponsel.

Cook juga menganggap, melambatnya pertumbuhan pasar smartphone sebagai alasan lain mengapa penjualan iPhone tidak sebaik harapan.

Avi Greengart, analis di Global Data, mengatakan bahwa Apple tidak memperhitungkan naiknya popularitas merek smartphone lain, seperti Huawei dari Tiongkok, yang kini menjadi merek smartphone terbesar kedua di dunia.

“Apple memang memiliki reputasi yang kuat di Tiongkok, tapi mereka tidak kebal akan kompetisi,” kata Greengart. (Medcom/data2)

Check Also

China dan Rusia Kerap Sadap iPhone Trump

NEW YORK, Waspada.co.id – Intelijen China dan Rusia disebut kerap menyadap telepon seluler milik Presiden ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.