Breaking News
Home / Warta / Politik / “Presidential Threshold Tak Banyak Faedahnya”
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

“Presidential Threshold Tak Banyak Faedahnya”

JAKARTA, WOL – Pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie menilai RUU Pemilu tak perlu mengatur presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden oleh partai politik.

“Pemilu legislatif dan pemilu presiden kita sudah serentak, apa iya perlu takut kalau jumlah calon presiden banyak,” kata Jimly di Jakarta, Senin (12/6).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menuturkan, Indonesia sudah punya mekanisme putaran kedua dalam Pilpres. “Kita desain diadakan dua ronde memang untuk itu. Ronde pertama banyak, jumlah biar sesuai dengan dinamika yang berkembang,” ujarnya.

Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini juga meyakini bahwa partai politik tidak akan asal-asalan mengajukan calon presiden untuk maju dalam Pilpres. “Pada saatnya nanti pasti dia juga akan berkoalisi dengan partai lain sehingga tidak banyak faedahnya mengatur presidential threshold,” ujarnya.

Sementara itu mengenai parliamentary threshold atau ambang batas perolehan suara minimal partai politik dalam pemilu untuk diikutkan dalam perolehan kursi di DPR atau DPRD, Jimly mengatakan tetap diperlukan agar tidak setiap saat orang mendirikan parpol. “Daripada ribut, mending tetap saja, tidak usah ditambah atau dikurangi,” tandasnya. (inilah/ags)

Check Also

Istimewa

PAN Parpol ke-7 yang Sudah Mendaftar ke KPU

JAKARTA, WOL – Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mendaftarkan partainya sebagai calon peserta pemilu pada ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.