Home / Warta / Politik / Poros Ketiga di Pilpres 2019 Berpotensi Jadi Angan-Angan
Pengamat politik Ray Rangkuti (Foto: Okezone)

Poros Ketiga di Pilpres 2019 Berpotensi Jadi Angan-Angan

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Poros ketiga dalam pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019 dinilai mustahil diwujudkan. Pasalnya, dalam pesta demokrasi lima tahunan nanti hanya akan diikuti dua pasang kandidat calon presiden dan wakil presiden Indonesia.

Pengamat politik, Ray Rangkuti menyebut poros pertama sudah pasti akan diisi oleh partai pendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Dan poros kedua akan mengusung calon presiden lainnya di luar kubu Jokowi, sehingga kemungkinan munculnya poros ketiga bakal sulit alias hanya jadi angan-angan.

“Kubu selain Jokowi itu bisa mencapreskan Prabowo atau bukan Prabowo. Mendirikan capres dari kubu baru sudah sulit,” kata Ray saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Sabtu (14/4/2018).

Ray menjelaskan, kemustahilan poros ketiga itu lantaran tersisa dua partai politik yang belum memberikan dukungan ke pihak manapun, PAN dan Demokrat. Dengan adanya peta politik itu, Ray memprediksi bahwa Pilpres 2019 kembali hanya dua kandidat, seperti Pemilu 2014 lalu.

Selain itu, apabila PAN dan Demokrat bersatu, dari segi persentase persyaratan untuk mengajukan capres akan terganjal syarat ambang batas atau presidential threshold.

Aturan yang tertuang dalam Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ini menyatakan pasangan presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi minimal 20% dari jumlah kursi DPR atau 25% suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR.

“Yang tersedia hanya Demokrat dan PAN. Selain porsentasi kursi dukungan yang kurang, kedua partai ini juga masih tali temali dalam keluarga. Pandangan publik bisa negatif,” tutur Ray.

Oleh karenanya, menurut Ray, Pilpres 2019 hanya akan menampilkan sosok Jokowi dengan pendampingnya dan sosok Prabowo atau calon alternatif lainnya.

Di sisi lain, Ray memprediksi bahwa, pada akhirnya PAN dan Demokrat nantinya akan memberikan sikap politik untuk mendukung Jokowi. Tetapi, dia menyebut, hal itu akan terlihat dalam komunikasi politik satu minggu terakhir ini.

“Tergantung beberapa minggu ke depan. Tapi bacaanku mereka (PAN dan Demokrat) akan merapat ke Jokowi,” tutup Ray.

Check Also

Pilpres 2019, Mantan Ketua MK: Jangan Saling Menjatuhkan, Itu Kebiasaan Tak Baik

  JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie berbicara soal menjaga persatuan di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: