_
Home / Warta / Mancanegara / Polisi Nepal Temukan Jenazah-Jenazah Pendaki Asing
Istimewa

Polisi Nepal Temukan Jenazah-Jenazah Pendaki Asing

KATHMANDU, WOL – Satu tim kepolisian Nepal telah mengangkat sekitar 50 jenazah, termasuk beberapa jenazah pendaki gunung warga asing, dari sebuah daerah yang longsor, kata para pejabat, Minggu.

Sementara itu, jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Nepal bulan lalu telah melebihi 7.000 orang.

Tidak ada satupun jenazah yang sudah diidentifikasi, kata wakil superintenden kepolisian distrik utara Rasuwa.

Pokharel, yang memimpin tim, mengatakan mayat-mayat tersebut diangkat pada Sabtu, satu pekan setelah terjadinya gempa, sementara para penyelamat akan kembali untuk ke daerah terpencil pada Minggu.

Setidaknya di daerah itu 200 orang hilang, termasuk warga desa dan para pendaki gunung, kata Uddhav Bhattarai, pejabat paling tinggi di distrik itu.

“Kita belum bisa mencapai daerah itu karena hujan dan langit yang berawan (tebal, red),” katanya melalui telepon.

Pemerintah mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa bumi itu telah mencapai 7.040 orang sementara korban luka-luka tercatat 14.123 orang.

Pesawat dan personel militer Amerika Serikat dijadwalkan tiba di Nepal pada Minggu, mundur satu hari dari yang diharapkan, untuk membantu mengangkuti barang-barang bantuan ke daerah-daerah yang terkena dampak bencana gempa bumi di luar ibu kota Kathmandu, kata seorang juru bicara Marinir AS.

Brigadir Jenderal Marinir Palur Kennedy sebelumnya mengatakan bahwa kontingen AS yang terlambat datang itu antara lain terdiri dari setidaknya 100 prajurit, alat pengangkat serta enam pesawat militer, yang dua di antaranya berupa helikopter.

Tim tersebut tiba di tengah meningkatnya kritik menyangkut penumpukan barang-barang bantuan di bandar udara Kathmandu –satu-satunya pintu gerbang internasional di negeri Himalaya itu– karena pemeriksaan bea cukai.

Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa Jamie McGoldrick mengatakan pemerintah Nepal perlu melonggarkan pembatasan-pembatasan bea cukai yang biasa diterapkannya dalam menghadapi meningkatnya aliran barang-barang bantuan ke negara itu.

Namun, pemerintah yang mengeluhkan banyaknya barang-barang bantuan yang tidak diperlukan, seperti tuna dan mayones, bersikeras bahwa petugas-petugas bea cukai harus melakukan pemeriksaan terhadap semua pengiriman darurat.

“Mereka seharusnya tidak menggunakan metode bea cukai yang biasanya diterapkan dalam keadaan normal,” kata McGoldrick dari PBB. Ia menganggap semua barang-barang bantuan harus mendapat pengecualian proses pemeriksaan saat tiba.

Kennedy juga memperingatkan adanya kemandekan di bandar udara Kathmandu, dengan mengatakan, “Apa yang tidak kita inginkan adalah terjadinya penumpukan barang-barang (bantuan)” yang bisa menghalangi tempat kedatangan pesawat-pesawat serta bantuan-bantuan lainnya.

Nepal pada Jumat mencabut pajak impor untuk kain terpal dan tenda-tenda. Namun, juru bicara kementerian dalam negeri Laxmi Prasad Dhakal, mengatakan semua barang yang datang dari luar negeri harus diperiksa. “Ini hal yang perlu kita lakukan,” ujarnya.

Pejabat-pejabat pemerintah Nepal mengatakan upaya-upaya untuk meningkatkan kecepatan pengiriman barang-barang bantuan ke wilayah-wilayah terpencil juga terkendala kurangnya ketersediaan mobil-mobil truk beserta supirnya. Banyak supir yang kembali ke desa-desa mereka untuk membantu keluarganya.

“Lumbung-lumbung kami penuh dan kami punya cukup persediaan makanan, tapi kami tidak dapat mengangkut persediaan tersebut lebih cepat,” kata Shrimani Raj Khanal, manajer Nepal Food Corp.

Helikopter-helikopter angkatan darat sudah menjatuhkan dus-dus berisi mie instan dan biskuit ke masyarakat di wilayah terpencil namun orang-orang membutuhkan beras serta bahan-bahan lainnya untuk dapat memasak makanan yang layak, ujarnya.

Sejak gempa bumi, banyak warga Nepal terpaksa tidur di luar dan takut kembali ke rumah-rumah mereka karena adanya gempa-gempa susulan yang kuat. Tenda-tenda dibentangkan di stadion olahraga utama Kathmandu serta di lapangan golf.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, gempa tersebut membuat sekitar 600.000 rumah hancur atau rusak.

PBB mengatakan bencana gempa membuat delapan dari 28 juta penduduk Nepal terkena dampaknya. Setidaknya dua juta orang memerlukan tenda serta ketersediaan air bersih, makanan dan obat-obatan selama tiga bulan mendatang. (antara/data2)

Check Also

Malaysia Tahan 12 Warga Indonesia yang Pro ISIS

KUALA LUMPUR, Waspada.co.id – Pemerintah Malaysia telah menahan 12 warga Indonesia yang diduga mendukung kelompok ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.