Home / Warta / Mancanegara / Polisi Amerika Tangkap Miliuner China
Richard Liu (theworldnews.net)

Polisi Amerika Tangkap Miliuner China

WASHINGTON, Waspada.co.id – Pengusaha e-commerce China Liu Qianhdong atau kerap dikenal sebagai Richard Lu diamankan pihak kepolisian Amerika Serikat (AS) di Minneapolis.

Menurut catatan dari penjara kabupaten Hennepin, Liu, pendiri dan CEO raksasa online JD.com ditangkap atas tuduhan pelanggaran seksual pada Jumat (31/9) malam. Ia kemudian dilepas pihak kepolisian pada Sabtu (1/9) sore waktu setempat.

Departemen kepolisian Minnepolis mengatakan, penyelidikan mengenai kasus Liu masih akan terus dilanjutkan. Meski begitu, polisi tidak memberikan rincian penangkapan atas tuduhan terhadap Liu tersebut.

“Dia (Liu) ditangkap Jumat malam dan dibebaskan Sabtu sore, Dia dibebaskan sambil kami menunggu pengaduan resmi,” ujar Petugas Informasi Publik John Elder kepada AFP, Senin (3/9).

Seperti diketahui, di negara bagian Minnesota, perilaku seksual kriminal mencakup spektrum luas aktivitas seksual non-konsensual.

Meski demikian, pihak kepolisian menyebut bahwa penyelidikan kasus ini masih aktif. Di Minnesota, kategori kejahatan pelecehan seksual mencakup pengertian yang sangat luas.

Penangkapan ini dilakukan terkait tuduhan pelecehan seksual. Namun, JD.com mengungkap bahwa tuduhan yang dilayangkan ke Liu salah. Demikian ditulis perusahaan e-commerce raksasa itu dalam pernyataan yang diunggah lewat media sosial di China, Weibo.

Pernyataan JD bertolak belakang degan kepolisian AS. Mereka mengungkap bahwa Liu dibebaskan karena polisi tidak menemukan bukti pelecehan dan membebaskan Liu untuk melanjutkan perjalanan bisnisnya.

JD sendiri adalah raksasa e-commerce kedua terbesar di China setelah Alibaba. Bloomberg memperkirakan bahwa kekayaan pria ini mencapai US$7,3 miliar (sekitar Rp107,5 triliun). Jumlah kekayaan ini hanya seperlima dari kekayaan Jack Ma yang menjadi bos Alibaba yang memiliki kekayaan US$ 38,2 miliar (sekitar Rp562,7 triliun).

Liu membangun JD 20 tahun lalu. Perusahaan ini menjual berbagai hal mulau dari peralatan elektronik hingga bahan makanan. JD juga membentuk layanan logistiknya sendiri untuk mempercepat pengiriman.

JD juga memiliki pusat penelitian di Silicon Valley yang fokus pada pengembangan machine learning dan kecerdasan buatan (AI).

Google baru-baru ini berinvestasi US$550 juta (Rp8,1 triliun) di perusahaan yang bermarkas di Beijing itu. Keduanya berencana untuk menjalin kerjasama untuk melebarkan e-commerce di Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Eropa.

Hal ini dilakukan untuk menyaingi ekspansi Amazon dan Alibaba. JD berambisi untuk mengambil alih pasar Barat. Kepada The Financial Times, Liu menyebut akan menyaingi Amazon di Eropa pada 2019. (wol/republika/cnn)

Check Also

China Balas Kenaikan Tarif Impor Baru AS

BEIJING, Waspada.co.id – Sesuai janji, China akhirnya mengambil tindakan balasan terhadap rencana Presiden Amerika Donald ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: