_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / PLTA Batangtoru Bisa Hemat APBN Rp6 Triliun Per Tahun
(WOL Photo/Ist)

PLTA Batangtoru Bisa Hemat APBN Rp6 Triliun Per Tahun

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu mendukung percepatan pengerjaan PLTA Batangtoru di Sumatera Utara.

“Proyek ini selain bisa menghemat APBN hingga Rp 6 triliun per tahun, proyek ramah lingkungan ini merupakan solusi untuk mengatasi krisis listrik di Sumatera,” kata Gus Irawan Pasaribu kepada wartawan, belum lama ini.

Dia menilai, target penyelesaian PLTA Batangtoru pada 2022 bisa terealisasi. Politisi Gerindra ini pun sangat mengapresiasi keterlibatan universitas dalam proyek-proyek strategis nasional.

Dia berharap kepada semua stakeholder termasuk universitas di Sumut ikut mengerahkan ilmuwan-ilmuwan terbaiknya untuk memberikan masukan.“Universitas ini tempatnya orang-orang pintar jadi memang harus berkontribusi. Jangan pula program-program seperti ini dimanfaatkan orang untuk mencari uang receh, memalukan,” kata Gus.

Gus mengaku bingung, ada sebagian orang yang menyebut PLTA Batangtoru tidak dibutuhkan karena listrik Sumatera Utara (Sumut) dalam kondisi surplus.

“Pernyataan ini sangat menyesatkan. Surplus sebesar 160 MW yang dialami Sumut saat ini hanya bersifat sementara. Sumut akan kembali krisis listrik bila kontrak Marine Vessel Power Plant (MVPP), sebuah kapal pembangkit listrik yang disewa dari Turki tidak diperpanjang pada 2022. Kapal itu kan sifatnya bukan jangka panjang, kita cuma mengontrak lima tahun. Dan biayanya mahal,” kata Gus.

Gus cukup memahami latar belakang keberadaan kapal yang menyalurkan listrik 240 MW itu karena memang dirinya sebagai orang terdepan yang mendorong pemerintah mendatangkannya ke Belawan.

Dia menambahkan, Dirut PLN sempat menentang usulannya ketika itu dengan alasan biaya yang terlalu mahal. Selain itu, kapal tersebut juga masih menggunakan bahan bakar batu bara yang tidak ramah lingkungan. “Jadi PLTA Batangtoru ini memang proyek paling strategis karena menggunakan tenaga air, paling ramah lingkungan,” sambungnya.

Oleh karena itu, dia mendukung upaya bersama dalam kolaborasi merawat kelestarian kawasan Batangtoru terus diperkuat oleh USU, NSHE, dan Pemkab Tapsel. Ketiga pihak akan berkolaborasi erat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan PLTA Batangtoru yang selaras dengan pengelolaan kawasan Batangtoru secara lestari dan berkelanjutan.

Dia menyadari kalau proyek yang sedang tahap pengerjaan ini terus mendapat kritikan dari sejumlah aktivis dan akademisi. Situasi ini membuatnya miris, karena menurutnya kritikan itu tidak didukung fakta. “Ada perubahan makna hutan setelah Undang-undang 41 tahun 1999 tidak utuh lagi setelah ada putusan perubahan MA. Jadi jangan mau kita diperalat untuk mengganggu kepentingan daerah sendiri,” ujarnya. (wol/min/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Komisi VII Sebut Sampah Plastik Indonesia Kedua Terbesar Dunia

JAKARTA, Waspada.co.id – Indonesia saat ini tercatat sebagai negara penyumbang limbah plastik terbesar kedua di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.