Home / Warta / Mancanegara / Pertunjukan K-Pop, Simbol Perdamaian Korut-Korsel?
foto: merdeka

Pertunjukan K-Pop, Simbol Perdamaian Korut-Korsel?

PYONGYANG,WOL – Acara bertajuk “Spring Is Coming” pada Minggu malam 1 April 2018 bukan konser biasa bagi grup musik Korea Selatan, Red Velvet. Mereka bernyanyi dan menari di depan 1.500 orang di East Pyongyang Grand Theater, Korea Utara.

Semua penonton berusia dewasa. Para pria mengenakan stelan jas gelap, yang perempuan memakai pakaian tradisional hanbok berwarna-warni. Tak ada yang ikut bergoyang apalagi bernyanyi bersama.

Para hadirin bertepuk tangan serempak, melakukan gerakan melambai yang seragam, dengan wajah nyaris lempeng. Jelas, mereka bukan penggemar K-Pop.

Sementara itu, di balkon lantai dua, ada Kim Jong-un dan istrinya, Ri Sol-ju. Pemimpin muda Korut itu tiba-tiba memutuskan datang, sampai-sampai waktu dimulainya konser diundur 80 menit.

Sejumlah foto dan video mengabadikan Kim Jong-un bertepuk tangan dan melambaikan tangan ke arah 160 seniman Korea Selatan, termasuk para bintang K-pop, yang tampil di panggung. Setelah dua jam konser, seluruh penonton melakukan standing ovation, berdiri dan bertepuk tangan sebagai bentuk penghargaan.

Usai konser, Kim Jong-un menemui para seniman Korsel, menyalami mereka, dan berfoto bersama. Pemimpin ketiga Dinasti Kim itu bahkan secara spesifik menyebut Red Velvet.

Kim Jong-un mengaku harus mengatur ulang jadwalnya yang supersibuk, demi bisa menyaksikan Red Velvet di hari pertama konser — yang menurut jadwal berlangsung selama dua hari, pada 1 dan 3 April 2018.

“Saya berminat untuk datang dan melihat Red Velvet,” kata Kim menurut penuturan sejumlah narasumber dan media yang meliput perhelatan itu, seperti dikutip dari NBC News, Selasa 3 April 2018.

“Padahal rencananya saya akan datang pada konser berikutnya. Tapi saya tetap datang ke sini setelah menyesuaikan kembali jadwal kegiatan saya,” tambah pemimpin tertinggi Korea Utara itu.

Sementara itu, personel Red Velvet, Yeri mengaku deg-degan bersalaman dengan Kim Jong-un. “Saya tak mengira kami bakal bersalaman. Saya merasa terhormat,” kata dia saat diwawancarai media Korsel, seperti dikutip dari Metro.co.uk.

Sikap Yeri yang merasa “terhormat” bersalaman dengan Kim Jong-un ditanggapi negatif sejumlah warganet.

“Kalau kau merasa “terhormat” menyalami tangannya, tinggal saja bersama Kim Jong-un di sana. Apakah kau merasa begitu terhormat bersalaman dengan seorang pembunuh yang selalu menebar ancaman dengan bom nuklir,” kata seorang netizen Korea Selatan.

K-Pop Dilarang di Korut
Kim Jong-un hadir dalam konser K-pop adalah kabar istimewa yang datang dari negeri paling menutup diri di dunia itu.

Apalagi, K-pop adalah musik terlarang bagi rakyat Korea Utara. Haram untuk didengarkan, rekamannya pun hanya tersedia di pasar gelap. Barang siapa nekat menikmatinya, ganjaran kamp kerja paksa menanti.

Di sisi lain, K-pop dijadikan senjata propaganda Korea Selatan. Diperdengarkan, lewat corong puluhan pengeras suara yang dihadapkan ke arah Pyongyang, untuk memprotes uji coba rudal atau senjata nuklir yang dilakukan Korut.

Rezim Kim Jong-un menilai, aksi pihak Selatan memperdengarkan K-pop dan mengirim ratusan kepingan DVD lewat balon udara sebagai ‘tindakan agresi’.

Seperti dikutip dari ABC News, pihak Korea Utara tidak menuntut perubahan pada koreografi atau lirik lagu yang disajikan para artis Korsel, demikian diungkapkan direktur musik yang jadi kepala delegasi, Yoon Sang.

Namun, lagu-lagu bertempo lambat sengaja dipilih untuk memenuhi selera warga Korut. Dan, tak ada satu pun grup musik pria K-pop yang disertakan dalam konser.

“Korea Utara masih sangat konservatif soal para pria yang menyanyi dan berjoget,” kata Philo Kim, pengajar di Institute for Peace and Unification Studies di Seoul. “Boy band K-pop, yang mempertontonkan gaya tarian dinamis, dianggap terlalu berlebihan oleh warga Pyongyang.”

Alasan itu juga yang mendasari batalnya rencana untuk menampilkan rapper Psy dalam konser. Lagu “Gangnam Style” yang ia nyanyikan terkenal hingga ke penjuru Bumi dan membuat K-pop mendunia.

Namun, pejabat Korut berpendapat, Psy akan terlalu “menonjol” dalam konser.

Belum jelas apakah konser yang dipandu Seohyeon dari Girls ‘Generation akan ditampilkan secara utuh di televisi Korut, demikian menurut Kementerian Unifikasi seperti dikutip dari Korea Joongang Daily.

Namun, ringkasan konser selama lima menit ditayangkan pada Senin sore waktu setempat di KCNA. Satu-satunya lagu yang ditampilkan adalah Uri e soweon eun tongil (Our Wish is Reunification), tentang harapan rakyat dua Korea kembali bersatu, yang ditampilkan di akhir konser. (liputan6/berbagai sumber/data1)

Check Also

Korea Selatan dan AS Mulai Pecah Kongsi soal Korea Utara

Waspada.co.id – Aliansi Korea Selatan dan AS semakin merenggang, bahkan kedua negara ini bergerak menuju ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: