_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Pertumbuhan Ekonomi Sumut Terbilang Sangat Baik
Ilustrasi

Pertumbuhan Ekonomi Sumut Terbilang Sangat Baik

MEDAN, Waspada.co.id – Pada dasarnya tidak mengingkari bahwa data pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tumbuh sebesar 5.25 persen.

Melebihi nasional merupakan capaian yang sangat baik. Pertumbuhan sebesar itu memang diharapkan agar terus mampu terealisasi hingga di tahun-tahun yang akan dapat. Bahkan dengan dukungan infrastruktur yang mulai terkoneksi.

“Kita optimis Sumatera Utara berpeluang merealisasikan angka pertumbuhan di atas 6 persen setidaknya dalam 5 tahun mendatang,” tutur Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, Kamis (8/8).

Walaupun dengan sejumlah catatan maupun tantangan. Akan tetapi, jika mengacu kepada realisasi laju inflasi yang secara Year on Year (YoY) di atas 6 persen. Mengacu kepada rilis BPS bahwa di Juli inflasi Sumatera Utara secara YoY sebesar 6.28 persen. Atau begini adilnya, karena pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang dirilis adalah triwulan kedua, yang secara YoY laju tekanan inflasi di Sumut pada bulan Juni adalah 5.87 persen.

“Maka kita bisa menyimpulkan seperti ini, laju pertumbuhan ekonomi Sumut secara YoY sebesar 5,25 persen, masih lebih rendah dari laju tekanan inflasinya yang juga secara YoY sebesar 5.87 persen. Artinya apa, secara rill pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara ini negatif. Karena inflasi lebih besar di bandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Angka pertumbuhan ekonomi Sumut nettnya itu adalah -0.62 persen (minus/negatif). Artinya upaya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di atas nasional itu tergerus dengan laju tekanan inflasi yang melebihi pertumbuhannya. Pada dasarnya tidak bisa menghitung pertumbuhan ekonomi tanpa melibatkan inflasi.

“Karena pertumbuhan ekonomi itukan sejatinya adalah adanya penambahan jumlah pendapatan masyarakat ataupun peningkatan daya beli. Sementara inflasi ini justru menggerus daya beli masyarakat. Tergantung siapa yang yang paling besar di antara keduanya. Sayangnya saat ini Inflasinya justru lebih besar,” jelas Gunawan.

Dengan realisasi pertumbuhan yang negatif seperti ini. Maka Sumut memiliki beban besar di Tahun 2020 nanti. Yakni penyesuaian perhitungan upah minimum regional. Jika seandainya kita disuruh menghitung berapa UMP saat ini, maka potensi kenaikan UMP kita adalah 11.12 persen (pertumbuhan ekonomi plus inflasi), minimal kenaikan gaji buruh sebesar itu.

“Ini kan tentunya menekan daya saing tenaga kerja di Sumut. Dan masih ada beberapa tantangan lainnya, ekspor Sumut yang bisa saja turun di tahun ini jika perang dagang berlanjut, Rupiah yang berpeluang melemah, inflasi yang tinggi. Semuanya karena kombinasi faktor negatif eksternal maupun internal. Dan yang internal seperti inflasi harusnya kita yang bisa lebih mengendalikannya,” tandas Gunawan Benjamin.(wol/eko/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

适适

Check Also

BPS Catat Semua Kota IHK Alami Inflasi di Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Wilayah Sumatera Utara mencatat Juli 2019 seluruh kota ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.