_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Perekonomian Berbasis Syariah Berpotensi Besar di Sumut
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Wiwiek Sisto Widayat.

Perekonomian Berbasis Syariah Berpotensi Besar di Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Perekonomian berbasis syariah baik produk ataupun jasa halal di Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi besar. Sebab Sumut banyak masyarakat muslim yang melakukan konsumsi dengan jumlah besar.

Hal ini dikatakan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, saat acara

Peranan Industri Kreatif Halal dan Konsep Halal Tourism, di Adimulia Hotel Medan, Senin (29/7).

Dikatakan, ada sejumlah sektor di Sumut yang harus digenjot untuk mengembangkan industri halal atau syariah. Yang pertama, food and beverage (makanan dan minuman) yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Dan ke dua, industri fesyen seperti busana syar’i ataupun kosmetik halal yang mulai di lirik. Di lihat dari sektor pertanian Sumut yang saat ini BI sedang giat mengembangkan kegiatan-kegiatan usaha produksi beras organik yang bersertifikasi halal.

“Selain tiga sektor ini, potensi pariwisata juga cukup tinggi. Ke depan akan dibuat halal tourism (wisata). Kita juga telah melakukan tiga kali capacity building terkait bagaimana mendapatkan sertifikasi halal terutama kepada industri pertanian. Memang proses makanan halal, produk halal, pariwisata halal ini membutuhkan biaya tambahan dibandingkan yang non halal. Apalagi sekarang pangsa pasarnya di kisaran 15-20 persen,” terangnya.

Meski terbilang sulit, namun sekarang ada Badan Sertifikasi Nasional (BSN) yang sudah akan melakukan sertifikasi produk-produk halal mulai tanggal 1 Oktober 2019.

“Jadi, semua produk halal harus memiliki sertifikasi halal 1 Oktober 2019 mulai sertifikasi halal. Memang ada waktu sekitar 5 tahun yang diberikan oleh lembaga ini untuk pelaku usaha mensertifikasi seluruh produk-produk,” ujarnya.

Dan BI bekerjasama secara intensif dengan MUI dan LPPOM MUI untuk mensertifikasi ini. Mulai minggu depan BI sudah melakukan sertifikasi halal itu terutama pada UMKM yang telah mendaftarkan diri pada saat capacity building kemarin.

Ditambahkan Kepala Ekonomi Syariah, BI Pusat, Cecep M. Hakim, bahwa produk halal saat ini menuju global di mana ekonomi syariah telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru dan harus ada dukungan pemerintah di dalamnya.

“Selain itu harus dicanangkan sebagai program nasional, lalu ada badan khusus untuk koordinasi lintas otoritas serta fokus memanfaatkan keunggulan kompetitif suatu negara dan ada strategi nasional,” tandasnya.(wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kaum Milenial Diedukasi Tentang Manajemen Bisnis Sablon

Waspada.co.id – Usaha sablon dan konvesksi saat ini menjadi salah satu usaha yang mampu menggerakkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.