Home / Warta / Mancanegara / Perbudakan di Korea Utara Tertinggi di Dunia
Ilustrasi Perbudakan (CNN Indonesia)

Perbudakan di Korea Utara Tertinggi di Dunia

Waspada.co.id – Sedikitnya 40 juta orang di seluruh dunia terjebak dalam perbudakan modern, lebih dari sebelumnya. Kemiskinan, konflik dan krisis memicu perdagangan perbudakan global.

Dilansir Thomson Reuters Foundation Senin (30/7), mulai buruh pabrik, peternakan, kapal-kapal nelayan dan perempuan yang terpaksa menjual seks, hingga mereka yang dieksploitasi diambil organnya, serta anak-anak yang dipaksa mengemis, atau dipaksa menikah, perdagangan manusia merupakan kejahatan yangn cepat berkembang.

Korea Utara, Eritrea dan Burundi diperkirakan memiliki tingkat perbudakan modern tertinggi di dunia, dengan jumlah korban perbudakan terbanyak di India, China dan Pakistan,” tulis Reuters.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menetapkan 30 Juli sebagai Hari Melawan Perdagangan Manusia. Tujuannya untuk mengakhiri kerja paksa dan perbudakan modern pada 2030.

Berikut beberapa fakta dan angka tentang perbudakan modern dan perdagangan manusia di seluruh dunia.

Perdagangan manusia bisa berupa eksploitasi seperti prostitusi, kerja paksa, mengemis, kriminalitas, pembantu rumah tangga, pernikahan paksa, dan pengambilan organ.

Menurut PBB, wajah perbudakan manusia telah berubah. Lebih banyak anak-anak dan pria menjadi korban. Orang-orang yang terjebak dalam kerja paksa jauh lebih besar ketimbang satu dekade lalu. Sedikitnya 40 juta orang menjadi korban perbudakan modern di seluruh dunia. Hampir 25 juta orang terjebak dalam kerja paksa dan 15 juta orang terkait kawin paksa.

Tiga perempat di antar korban adalah perempuan. Satu dari empat anak korban perbudakan modern terjadi di Afrika, lalu Asia dan Pasifik.

Tingkat perbudakan tertinggi dunia terjadi di Korea Utara. Diperkirakan satu dari 10 orang diperbudak. Lalu disusul Eritrea 9,3 persen, Burundi empat persen, Republik Afrika Tengah 2,2 persen, Afghanistan 2,2 persen, Mauritani 2,1 persen, Sudan Selatan 2 persen, Pakistan 1,7 persen, Kamboja 1,7 persen dan Iran 1,6 persen.

Adapun jumlah budak terbesar terdapat di India yakni delapan juta orang, diikuti China 3,86 juta, Pakistan 3,19 juta, Korea Utara 2,64 juta, Nigeria 1,39 juta, Iran 1,29 juta, Indonesia 1,22 juta, Republik Demokratik Kongo satu juta, Rusia 794 ribu dan Filipina 784 ribu.

Dilansir Thomson Reuters Foundation, perdagangan manusia diperkirakan menghasilkan keuntungan bagi para penyelundup dan pedagang manusia sebesar US$150 miliar setiap tahunnya.

Tujuan Global PBB yang disahkan pada 2015 menyerukan pemberantasan kerja paksa, perbudakan modern dan perdagangan manusia dan mengakhiri pekerja anak pada 2030. (wol, cnn)

Check Also

Korut-Korsel Ingin Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

PYONGYANG, Waspada.co.id – Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) telah sepakat untuk berusaha menjadi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: