Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Penyidik KPK Geledah Kantor Pusat PLN
Penyidik KPK di kantor PLN (Foto: Okezone)

Penyidik KPK Geledah Kantor Pusat PLN

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kantor pusat PT PLN (Persero) petang ini. Ini merupakan kedua kalinya KPK mendatangi PT PLN setelah sehari sebelumnya, rumah pribadi bos PLN sudah lebih dahulu diperiksa oleh penyidik KPK.

Pantauan Okezone di lapangan, ada lima orang penyidik KPK yang mendatangi kantor pusat PLN. Kelima penyidik PLN sendiri datang pada sekitar pukul 18.00 WIB.

Kelima petugas KPK menggunakan rompi berwarna orange bercorak coklat dengan menggunakan masker. Selain itu kelima penyidik KPK itu sendiri membawa tiga koper berwarna hitam. Kelimanya juga didampingi oleh petugas kepolisian lengkap dengan senjata Laras panjangnnya.

Belum diketahui tujuan dari kedatangan dari lima penyidik KPK tersebut ke Kantor Pusat PLN. Namun diduga kedatangan lima penyidik PLN itu diduga terkait kelanjutan dugaan kasus suap proyek PLTU Riau 1.

PLN

Sebagai informasi sebelumnya, Rumah Sofyan Basyir digeledah KPK pada Minggu, 15 Juli 2018. Ini dilakukan terkait pengembangan kasus dugaan suap yang menyeret nama Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Penyidik membawa sejumlah kardus dan koper dari penggeledahan tersebut beserta dokumen penting lainnya.

KPK menduga Eni Maulani Saragih telah menerima suap sebanyak 4,8 miliar secara bertahap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Kotjo. Uang tersebut diduga untuk memuluskan proses penandatanganan kerjasama terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Selain Eni, Johannes Kotjo juga resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Keduanya kini mendekam di rumah tahanan milik lembaga antirasuah.

Eni yang diduga sebagai pihak penerima suap dijerat dengan Pasal 12 a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP juncto 64 Ayat (1) KUHP.

Sementara Johannes yang diduga sebagai pemberi dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Check Also

Denny Indrayana Bantah Sebagai Pengacara Tersangka Suap Meikarta

JAKARTA, Waspada.co.id – Advokat dari kantor hukum INTEGRITY, Denny Indrayana mengatakan dirinya hanya menjadi kuasa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: