Home / Aceh / Pengesahan tatib pemilihan Wakil Wali Kota ditunda

Pengesahan tatib pemilihan Wakil Wali Kota ditunda

BANDA ACEH, WOL – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menunda pengesahan tata tertib (tatib) pemilihan Wakil Wali Kota Banda Aceh sisa masa jabatan 2012-2017.

Penundaan pengesahan tatib tersebut diputuskan dalam sidang paripurna DPRK Banda Aceh di Banda Aceh, hari ini. Sidang paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Heri Julius hanya dihadiri 18 dari 30 anggota dewan.

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Heri Julius mengatakan penundaan pengesahan karena masukan dari beberapa anggota dewan. Masukan tersebut perlu dibicarakan lagi. “Walau sebelumnya panitia khusus pemilihan wakil wali kota sudah menuntaskan pembahasan tata tertib, namun karena adanya masukan dari anggota dewan maka sidang ini ditunda,” kata Heri Julius sambil mengetuk palu sidang.

Sebelumnya, Ramza Harli, dari Fraksi Partai PKS-Gerindra meminta sidang mempertimbangkan kembali tata tertib tersebut sebelum disahkan. Sebab, ada beberapa hal yang memiliki celah untuk digugat.

“Seperti nomor urut calon wakil wali kota, tidak diatur secara langsung. Tapi, nomor urut calon diatur berdasarkan nomor urut yang disampaikan wali kota. Aturan ini memiliki celah hukum. Karena itu, mengapa masalah nomor urut calon ini langsung diatur tersendiri,” kata dia.

Lain halnya Ilmiza Saaduddin Djamal dari Fraksi PPP. Menurut dia, sejumlah anggota dewan belum menerima draf tata tertib pemilihan wakil wali kota, sehingga mereka tidak mengetahui atau yang diatur dalam tata tertib tersebut.

“Seharusnya, pansus pemilihan wakil wali kota menyampaikan draf tata tertib ini kepada semua anggota dewan, sehingga mereka bisa mempelajarinya, sebelum disahkan dalam sidang paripurna,” kata dia.

Sementara itu, Buni Amin, pelapor Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Wali Kota DPRK Banda Aceh, mengatakan tata tertib tersebut mengatur semua proses dan tahapan pemilihan Wakil Wali Kota Banda Aceh.

“Pemilihan tersebut dimulai dari pencalonan, seperti pengajunan nama bakal calon, pemeriksaan berkas, uji kesehatan dan tes baca Al Quran, penetapan calon, serta pemilihan,” kata dia.

Pemilihan, sebut dia, dilakukan DPRK Banda Aceh dalam sidang paripurna istimewa. Setiap anggota DPRK Banda Aceh diberikan satu hak suara memilih calon Wakil Wali Kota Banda Aceh

“Bagi anggota DPRK Banda Aceh yang tidak hadir pada sidang paripurna pemilihan, maka hak suaranya tidak bisa diberikan kepada orang lain,” kata Buni Amin yang juga politisi Partai Aceh tersebut.

Jabatan Wakil Wali Kota Banda Aceh kosong sejak Hj Illiza Saaduddin Djamal, pejabat sebelumnya dilantik sebagai Wali Kota Banda Aceh sisa masa jabatan 2012-2017.

Hj Illiza Saaduddin Djamal dilantik sebagai Wali Kota Banda Aceh sejak pertengahan Juni 2014, mengisi jabatan setelah pejabat lama, Mawardy Nurdin, meninggal dunia pada Februari 2014.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat06/antara)

Check Also

DPR Gelar Sidang Pengesahan RUU Tax Amnesty

JAKARTA, WOL – Dewan Perwakilan Rakyat dijadwalkan menggelar sidang paripurna, Selasa (28/6), yang salah satu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: