Newsticker
WOL / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Pengamat: Kenaikan Harga Pangan Picu Inflasi
WOL ilustrasi
WOL ilustrasi

Pengamat: Kenaikan Harga Pangan Picu Inflasi

MEDAN, WOL – Harga cabai baik itu cabai merah dan cabai rawit saat ini dijual dalam rentang harga Rp48 ribu hingga Rp54 ribu per Kg.

Untuk cabai rawit sudah mengalami penurunan dari sebelumnya yang sempat menyentuh harga Rp100 ribu per Kg menjadi Rp54 ribuan per Kg saat ini. Meski demikian ini dinilai harga kebutuhan pokok masyarakat tersebut masih bertahan mahal.

Akan tetapi, harga tomat yang sebelumnya dijual di harga Rp8000 per Kg. Saat ini harga meroket menjadi Rp17 ribu per kilonya, naik 200% lebih.

Gunawan Benjamin, Ekonom Sumut, memandang kenaikan harga pangan ini tentunya akan memicu terjadinya inflasi. Dan pastinya akan menekan daya beli masyarakat.

“Kenaikan harga tersebut diyakini masih belum sepenuhnya bisa dikendalikan dalam jangka pendek. Sisi pasokan masih menjadi pemicu terjadinya lonjakan harga akhir-akhir ini. Sejumlah pedagang juga mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan masyarakat, karena membuat dagangan mereka menjadi kurang laku untuk dijual,” tuturnya.

Artinya tidak ada yang diuntungkan dengan kenaikan harga tersebut. Baik pedagang dan konsumen kedua-duanya dirugikan. Petani memang berpeluang untuk menikmati keuntungan yang lumayan. Hanya saja jika produksinya turun, kenaikan harga ini tentunya hanya mengkompensasi penurunan produktivitas tersebut.

“Di tengah lonjakan harga kebutuhan masyarakat lainnya, termasuk penyesuaian tarif atau harga yang dilakukan oleh pemerintah. Kenaikan harga bahan pokok ini tentunya membutuhkan upaya yang ekstra agar bisa dinormalisasi. Tentunya ini bukanlah pekerjaan yang mudah,” terangnya.

Awal tahun 2017 masyarakat di hadapkan pada tren kenaikan harga yang belum surut. Hal ini berpeluang memicu kekuatiran masyarakat bahwa harga yang berlaku tersebut justru tidak mampu “dijinakkan” dalam waktu dekat.

“Dikarenakan Natal dan Tahun Baru telah lewat. Selain itu, di sejumlah wilayah lainnya, juga tengah berhadapan dengan tekanan harga barang yang komoditasnya itu tidak jauh berbeda dengan komoditas yang bertahan mahal di wilayah Sumut,” pungkas Gunawan.(wol/eko/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Baca Juga

foto: zimbio

100 Ribu Followers Tinggalkan Kim Kardashian

LOS ANGELES,WOL – Ditinggalkan 100 ribu pengikut setianya di akun Instagram miliknya, Kim Kardashian menanggapinya ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.