_
Home / Warta / Mancanegara / Pengakuan Turis Eropa Diperkosa di Australia, Ditawan di Kandang Babi
Gene Charles Bristow ditahan pada Desember 2017. (abc)

Pengakuan Turis Eropa Diperkosa di Australia, Ditawan di Kandang Babi

MENINGIE, Waspada.co.id – Seorang backpacker Eropa yang diculik, diperkosa, dan ditawan di kandang babi di peternakan Australia mengatakan kepada pengadilan bahwa ia diperlakukan seperti “budak” dan merasa “tak berdaya” selama musibah yang mengerikan itu.

Pengadilan Distrik sedang bersiap untuk menghukum Gene Charles Bristow, 54, yang pekan lalu dinyatakan bersalah atas penculikan, pemerkosaan dan penyerangan tidak senonoh yang disengaja.

Korban perempuan, yang kini berusia 26 itu duduk di ruang sidang yang sama dengan penyerangnya, ditemani oleh keluarganya dan petugas penyelidikan.

Jaksa Michael Foundas membaca pernyataan dampak terhadap korban perempuan yang merinci konsekuensi yang diterimanya dalam hidup setelah musibah dua hari pada Februari 2017.

image_title

“Apa yang terjadi pada saya benar-benar mengerikan, menakutkan, dan mematikan,” katanya.

“Itulah yang cuma bisa saya pikirkan ketika saya terkunci dalam kandang itu, saya takut saya tidak akan pernah melihat keluarga saya lagi karena saya pikir saya akan mati di Australia.”

“Saya berpikir tentang seberapa besar keluarga saya akan menderita jika saya mati di sini dan itu sangat menyakitkan.”

“Saya berusaha untuk tidak memikirkan mereka, karena itu terlalu menyakitkan, tetapi karena mereka naluri saya untuk bertahan hidup muncul.”

Selama persidangan, pengadilan mengungkap Bristow menahan tawanan perempuan itu di sebuah kandang babi tua kotor yang diisolasi di atas tanah miliknya yang seluas 40 hektar di wilayah Meningie.

Bristow mengancam akan menembak perempuan itu sebelum mengikatnya dengan rantai dan membuatnya mengalami pelecehan seksual berulang.

“Ketika saya berada di kandang itu, aku merasa seperti binatang atau budak,” katanya.

“Saya dikunci dengan rantai, ditahan di luar kehendak saya dan harus menanggung hal-hal yang tidak seorang pun harus menanggungnya.”

“Saya merasa tak berdaya dan sengsara. Mengerikan.”

Pengadilan mengungkap Bristow memberi tahu perempuan itu bahwa ia adalah bagian dari rantai budak seks di mana para pria menculik dan membius perempuan sebelum mengirim mereka ke Sydney.

“Ia mengambil semuanya dari saya, ia tak hanya mengambil pakaian dan barang-barang saya – tetapi juga kebebasan saya, pikiran saya, keluarga saya, teman-teman saya, saya merasa sangat tidak berdaya,” kata backpacker itu.

“Ia mengatakan kepada saya untuk tidak mempercayai orang lain, bahkan polisi, dan saya percaya padanya.”

“Saya merasa bodoh karena itu, bahwa saya naif dan saya tidak tahu apa-apa.”

Pada malam hari, perempuan itu berhasil membebaskan diri dari jeratan rantai dan menggunakan laptopnya untuk mengirim pesan bahaya kepada keluarga, teman dan Kepolisian Australia Selatan.

Ketika polisi mulai mencari di daerah itu, pengadilan mengungkap Bristow panik dan mengantar perempuan itu kembali ke Murray Bridge di mana ia membantunya menginap di sebuah motel dan meninggalkannya.

Bristow, yang menghadapi hukuman penjara seumur hidup karena kejahatannya, tidak menunjukkan emosi ketika pernyataan itu dibacakan. Perempuan itu mengatakan kepada pengadilan bahwa ia tidak akan pernah memaafkan si pelaku atas apa yang ia lakukan.

“Saya rasa anda seharusnya tidak boleh keluar dari penjara,” kata perempuan itu.

“Saya tak ingin ada orang lain yang melalui apa yang sudah saya lalui.”

Pengadilan akan mendengar pengajuan hukuman Bristow pada 28 Maret mendatang. (abc)

适适

Check Also

Bendung Ancaman Iran, AS Bentuk Koalisi Baru Pasca Serangan Kilang Minyak Saudi

WASHINGTON, Waspada.co.id – Amerika Serikat membentuk koalisi baru untuk membendung ancaman Iran setelah serangan pesawat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.