Home / Warta / Mancanegara / Pengakuan jurnalis Italia soal skandal pelecehan seksual gereja Katolik di AS
Marco Tosatti. ©Libertà e Persona

Pengakuan jurnalis Italia soal skandal pelecehan seksual gereja Katolik di AS

ROMA, Waspada.co.id – Gereja Katolik Roma kini tengah diguncang skandal pelecehan seksual yang ditutup-tutupi selama puluhan tahun. Seorang jurnalis asal Italia mengaku dia membantu mantan duta besar Vatikan untuk Amerika Serikat Carlo Maria Vigano dalam mengungkap kasus pelecehan seksual di gereja Katolik AS yang diduga ditutupi oleh Paus Fransiskus.

Marco Tosatti mengatakan dia membantu Uskup Agung Carlo Maria Vigano menulis dan menyunting surat pengakuan sepanjang sebelas halaman tentang skandal itu. Mereka berdua, kata Tosatti, duduk di meja kayu di ruang tengah rumahnya selama tiga jam pada 22 Agustus lalu untuk menulis surat panjang itu.

Tosatti, sosok pengkritik Paus Fransiskus yang cukup terkenal, mengatakan kepada kantor berita The Associated Press, Vigano menelepon dia beberapa pekan sebelumnya meminta untuk bertemu. Dia kemudian mengatakan soal informasi yang dia ketahui untuk jadi latar belakang pengakuannya.

baca: Paus Fransiskus: Pelecehan Para Imam itu ‘Kejahatan’, Gereja Harus Akui dan Mengutuk

Dilansir dari laman the Associated Press, Selasa (28/8), dalam surat pengakuan itu Vigano menuding Paus Fransiskus mengetahui perbuatan pelecehan seksual mantan kardinal Theodore McCarrick sejak 2013. Namun dia memulihkan nama McCarrick dari sanksi yang sudah diberlakukan Paus Benediktus XVI, pemimpin Gereja Katolik Roma sebelum Paus Fransiskus. Pengakuan Vigano ini mengguncang kepemimpinan Paus yang sudah berlangsung selama lima tahun.

Vigano bahkan menyerukan agar Paus Fransiskus mundur dari jabatannya karena menutupi perbuatan McCarrick. Sejumlah bukti juga mengungkapkan Paus Benediktus dan Paus Paulus II menutupi informasi ini dan sanksi yang diberlakukan Benediktus tidak pernah diterapkan.

Vigano hingga kini masih belum diketahui keberadaannya sejak dia merilis pengakuannya.

Tosatti adalah koresponden dari koran Italia La Stampa yang kini lebih banyak menulis di blog konservatif dan koran. Dia mengatakan setelah pertemuan awal dengan Vigano, pria itu mengaku belum siap untuk mengumumkan pengakuannya kepada publik.

baca: Dituduh Tutupi Kasus Pelecehan Seks, PAUS Diminta Mundur

Namun Tosatti kemudian menghubunginya setelah pengadilan Pennsylvania di AS mempublikasikan laporan yang menyebut ada sekitar 300 pastor di enam keuskupan yang melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari 1.000 anak selama 70 tahun.

“Menurut saya, kalau Anda ingin mengumumkan sesuatu maka kinilah saatnya, sebab segalanya sedang kacau balau di AS. Dia bilang ‘Ok'” ujar Tosatti kepada Vigano. Keduanya kemudian bertemu di apartemen Tosatti. Awalnya jurnalis Italia itu menyangka Vigano akan membeberkan semuanya lewat wawancara namun Vigano memutuskan dia akan menulis surat pengakuan.

“Dia sudah menyiapkan semacam draf tulisan dan dia kemudian duduk di samping saya,” ujar Tosatti kepada AP. Menurut Tosatti, selama penulisan surat pengakuan itu mereka berdua mengalami kelelahan secara fisik dan emosional. Vigano paham bagaimana dampak dari surat itu dan risiko yang dia hadapi karena mengungkap rahasia yang dipendam selama bertahun-tahun.

baca: Para Korban Imbau Paus Tindak Tegas Pelaku Pelecehan Seks di Gereja Katolik

“Mereka diminta merahasiakan hal ini sampai mati,” kata Tosatti. Surat itu kemudian oleh Tosatti dikirimkan ke sejumlah penerbitan untuk dipublikasikan, di antaranya ke koran kecil Itallia La Verita, media berbahasa Inggris National Catholic Register dan LifeSiteNews serta portal berbahasa Spanyol InfoVaticana.

Semua media itu termasuk konservatif dan ultrakonservatif yang dikenal kerap mengkritik keras kepemimpinan Paus Fransiskus. Tosatti mengatakan Vigano tidak mengatakan dia akan ke mana setelah surat itu terbit, mengingat media pasti memburunya untuk wawancara.

Tosatti mengantar Vigano keluar dari apartemennya, di dekat pintu dia berlutut untuk mencium cincin Vigano, sebagai tanda penghormatan kepada pastor Katolik.

“Dia ingin mengatakan ‘Tidak usah’. Tapi saya bilang, ‘Ini bukan untuk Anda, tapi untuk peran yang Anda lakukan,” kata Tosatti. “Dia lalu tidak bilang apa-apa. Dia melangkah pergi sambil menangis.” (wol/merdeka)

Check Also

Pelecehan Seksual, Karyawan McDonald Mogok Kerja

CHICAGO, Waspada.co.id – Para pekerja McDonald di 10 kota di Amerika Serikat melakukan mogok kerja ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: