Home / Warta / Mancanegara / Penculik Nelayan Indonesia Diduga Kabur Ke Filipina
Pulau Gaya di Semporna, Sabah, Malaysia. (Bernama via Channel News Asia)

Penculik Nelayan Indonesia Diduga Kabur Ke Filipina

KOTA KINABALU, Waspada.co.id – Para penculik yang menyekap nelayan Indonesia di Semporna, Sabah, Malaysia, Selasa (11/9) diyakini berhasil meloloskan diri dan kini berada di Filipina Selatan.

Komandan Komando Keamananan Sabah Timur (Esscom) Datuk Hazani Ghazani memastikan para penculik yang diyakini mengincar uang tebusan itu sudah berada di luar perairan Malaysia.

Hazani menambahkan, hingga kini pihaknya belum berhasil menghubungi para penculik. Sementara itu, pemerintah Indonesia juga belum menjalin kontak dengan Esscom.

“Saya yakin pemerintah Indonesia akan meminta informasi soal perkembangan kasus ini. Sementara Esscom tetap mengerahkan seluruh kekuatan kami untuk meningkatkan keamanan di perairan kami,” tambah dia.

baca: 3 Nelayan Indonesia Diculik Kelompok Bersenjata di Sabah

“Kami akan menggelar operasi maritim untuk memeriksa seluruh kapal di pesisir timur,” kata Hazani, Rabu (12/9).

Pada Selasa, antara tengah malam hingga pukul 01.00 dini hari, dua pria bertopeng yang diyakini bersenjata senapan serbu M16 menyerang sebuah kapal nelayan berisi empat warga Indonesia di dekayty Pulau Gaya, lepas pantai Semporna, Sabah.

Dua nelayan diculik dan dua lainnya berhasil meloloskan diri. Para penculik diduga menggunakan perahu klotok saat melakukan serangan. Terkait masalah ini, Hazani mengatakan, Esscom akan melakukan sensus dan registrasi ulang semua kapal klotok di pesisir timur terutama di Zona Aman Sabah Timur (Esszone) bulan depan.

Larangan penggunakan perahu klotok di Esszone diterapkan pemerintahan sebelumnya tahun lalu untuk meningkatkan keamanan di kawasan itu yang kerap dilanda kejahatan lintas batas, termasuk penculikan.

Namun, pada Mei lalu, Menteri Utama Sabah Datuk Seri Mohd Shafie Apdal mengumumkan pemerintah negara bagian mempertimbangkan untuk mencabut larangan itu. Tujuan pencabutan larangan tersebut adalah membantu para nelayan untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Insiden penculikan ini merupakan yang pertama di perairan Sabah selama dua tahun terakhir. Kasus penculikan terakhir terjadi pada 8 Desember 2016. Saat itu aparat keamanan Malaysia menembak mati tiga penculik dan menangkap dua lainnya usai baku tembak di perairan Semporna. (kcm/data2)

Check Also

Mirip Hitler, Duterte Kunjungi Memorial Holocaust

YERUSALEM,Waspada.co.id – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengunjungi memorial Holocaust di Israel. Dalam kunjungannya itu, Duterte ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: