Home / Warta / Mancanegara / Pemerintahan Trump Kembalikan 1.800 Anak Imigran
foto: cnn

Pemerintahan Trump Kembalikan 1.800 Anak Imigran

Washington DC, Waspada.co.id – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan telah menyatukan lebih dari 1.800 anak dengan anggota keluarganya, menyusul batas waktu yang ditetapkan oleh pengadilan tinggi Negeri Paman Sam.

Penyatuan tersebut termasuk mengembalikan 1.442 anak kepada orang tua mereka di tahanan imigrasi AS, dan 378 lainnya dibebaskan dalam “kondisi yang layak” atau memenuhi syarat. Meski begitu, terdapat lebih dari 700 anak tidak “memenuhi syarat” untuk bersatu kembali, termasuk 431 di antaranya yang orang tuanya tidak lagi berada di AS.

Di luar itu, masih ada puluhan anak lainnya yang tetap terpisah hingga saat ini karena status “bendera merah” pada orang dewasa yang membawanya. Oleh para pengamat, hal tersebut dianggap berisiko memicu permasalahan baru terhadap isu imigran di bawah umur.

Sebelumnya, pemerintahan Trump memberlakukan kebijakan memisah lebih dari 2.500 anak dari orang dewasa yang membawa mereka masuk ke AS tanpa dokumen. Kebijakan itu diterapkan dalam tindakan yang dikenal dengan sebutan “tanpa toleransi”, yakni aksi menyetop secara tegas arus imigran ilegal di wilayah perbatasan Mexico.

Hakim federal di San Diego, Dana Sabraw, memutuskan bulan lalu bahwa semua anak di bawah umur yang ditahan di bawah kebijakan “tanpa toleransi”, harus dibawa kembali ke keluarga mereka sebelum 26 Juli kemarin.

Namun organisasi American Civil Liberties Union (ACLU), yang telah menggugat pemerintah atas kebijakan itu, mengatakan para pejabat pemerintahan hanya memenuhi “batas waktu yang ditetapkan sendiri”.

“Pemerintah seharusnya tidak bangga dengan pekerjaan yang mereka lakukan dalam kebijakan pemisahan. Ini adalah bencana yang mereka ciptakan,” sebut pengacara ACLU, Lee Gelernt, Jumat (27/7).

Organisasi itu mengatakan akan melacak ratusan orang tua yang tidak lagi berada di AS. Namun mantan Direktur Pelaksana US Immigration Customs Enforcement (lembaga AS yang mengumpulkan migran tidak berdokumen), mengatakan khawatir banyak keluarga tidak akan bersatu kembali.

“Ada kemungkinan yang sangat tinggi bahwa orang tua itu tidak akan melihat anak-anak mereka lagi,” kata John Sandweg. (wol/aa/bbc/cbs/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Bebasnya Pastor Andrew Brunson Akhiri Perselisihan AS-Turki

WASHINGTON,Waspada.co.id – Seorang Pastor Amerika yang ditahan di Turki selama dua tahun kini kembali ke Amerika ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: