Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Pemerintah Disarankan Subsidi Pertamax
(WOL Photo/Ega Ibra)

Pemerintah Disarankan Subsidi Pertamax

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menyarankan pemerintah mengalokasikan anggaran tambahan untuk subsidi bahan bakar minyak ( BBM) jenis Pertamax.

Hal ini, kata dia, sebagai tanggapan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dikhawatirkan menimbulkan dampak domino terhadap roda perekonomian masyarakat. “Sebaiknya pemerintah kasih subsidi, supaya tidak memberatkan masyarakat. Ini dampaknya kan bisa ke mana-mana, kenapa tidak kembali saja ke amanat Undang-Undang bahwa energi sepenuhnya dikuasai oleh negara,” kata Gus Irawan saat dihubungi Minggu (14/10) kemarin.

Menurut dia, pemberian subsidi terhadap BBM jenis pertamax dinilai bisa menjaga daya beli masyarakat serta tingkat inflasi agar realisasinya dapat sesuai target tahunan. Pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait juga didorong agar tidak membiarkan PT Pertamina (Persero) menanggung kerugian karena terus menerus melakukan penugasan pemerintah tanpa bantuan dana.

“Sampai sekarang pemerintah juga belum mengajukan APBN Perubahan, padahal banyak asumsi makro yang sudah meleset dan tidak relevan lagi untuk saat ini,” tutur Gus. Pertamina telah menaikkan harga pertamax dan pertamax turbo, serta pertamina dex pekan lalu.

“Memang pemerintah menyatakan tidak menaikkan premium. Walau sempat diumumkan kemudian dibatalkan. Namun faktanya di lapangan sekarang masyarakat pun kesulitan mendapat premium,” jelasnya.

Menurut dia, pasti banyak yang kecewa dengan kenaikan pertamax karena sudah banyak yang mengkonsumsi. “Jadi saya bingung juga ini lihat kebijakan pemerintah yang tidak tegas dan arahnya mau kemana. Pola konsumsi masyarakat sekarang banyak di jenis apa? Itu yang harus dilihat,” ujarnya.

Ketua DPD Gerindra Sumut itu menyarankan agar pemerintah benar-benar memiliki keberpihakan kepada rakyat. “Ini premium dibatalkan kenaikannya. Tapi rakyat pun sudah sulit sekali mendapatkannya di SPBU. Karena yang ada malah minimal pertalite. Itu pun harganya sudah mahal,” tutur Gus Irawan.

Jika memang niatnya mau membantu rakyat ya setidaknya pertalite hingga pertamax juga harus disubsidi karena fenomena harga minyak di pasar internasional akan terus meningkat. “Tapi kita maklumi saja kebijakan pemerintah. Karena sebentar lagi pemilu. Jadi harus membuat kebijakan yang populis dan seolah-olah memihak rakyat,” tuturnya. (wol/min/data1)
Editor: Agus Utama

Check Also

Komisi VII dan Pemerintah Sepakati 2,4 Juta Sambungan Listrik Baru Gratis

MEDAN, Waspada.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Komisi VII DPR RI menyepakati ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: