Breaking News
Home / Warta / Mancanegara / Pembunuhan Khashoggi, PBB Desak Penyelidikan Internasional
Utusan Khusus PBB untuk Eksekusi di Luar Hukum, Agnes Callamard.

Pembunuhan Khashoggi, PBB Desak Penyelidikan Internasional

NEW YORK, Waspada.co.id – Sejumlah utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pembukaan penyelidikan internasional untuk mengusut kasus dugaan pembunuhan jurnalis pengkritik Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

“Kami yakin penyelidikan internasional harus diadakan melihat segala aspek kejahatan ini, termasuk korban, orang yang terlibat, dan lokasi pembunuhan itu diduga terjadi,” ujar Utusan Khusus PBB untuk Eksekusi di Luar Hukum, Agnes Callamard, kepada AFP, Kamis (25/10) waktu setempat.

Callamard menyampaikan desakan ini tak lama setelah Saudi mengakui bahwa pembunuhan Khashoggi di kantor konsulat mereka di Istanbul pada 2 Oktober lalu sangat terencana.

“Bahkan Arab Saudi sendiri sudah mengakui bahwa kejahatan itu terencana dan melibatkan pejabat negara. Apakah mereka berindak atas nama negara, biarkan itu dibicarakan dan diselidiki lebih lanjut,” ucapnya.

Menurut Callamard, jika sudah ada kerja sama antara Turki dan Saudi, penyelidikan internasional bisa diawasi langsung oleh Dewan Keamanan, Majelis Umum, Dewan HAM, bahkan Sekretaris Jenderal PBB.

Sebelumnya, rekan Callamard di pokja yang sama, David Kaye, juga menyerukan hal serupa. Ia heran masyarakat internasional belum bergerak untuk menuntut penyelidikan atas kasus Khashoggi.

“Saya sangat kecewa seruan itu belum digaungkan oleh negara-negara. Saya akan sangat mendesak semua pemerintah, ketika jurnalis diserang, baik itu Dewan HAM atau Dewan Keamanan atau meminta Sekretaris Jenderal untuk melakukan itu,” katanya dalam wawancara dengan News UN.

Kaye lantas menjabarkan bahwa PBB bisa membentuk badan penyelidikan independen yang beranggotakan maksimal lima orang. Mereka nantinya bisa mengevaluasi segala informasi yang diberikan penyelidik di Turki.

Tim itu juga diharapkan bisa menyelidiki saksi, berbicara ke berbagai pihak, dan mengevaluasi semua informasi. Akhirnya, tim ini bisa memberikan sebuah laporan kredibel ke masyarakat internasional.

“Mungkin tidak akan menjawab semua pertanyaan, tapi bisa membantu mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab dan apa yang sesungguhnya terjadi dan akhirnya terserah kepada komunitas internasional apa yang harus dilakukan dengan informasi tersebut,” katanya.

“Namun, jika tidak ada itu semua, kita akan terperangkap dalam situasi di mana akan selalu ada perselisihan konstan mengenai fakta-fakta yang ada.”

Sejak Khashoggi dilaporkan menghilang setelah masuk ke dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu, informasi yang beredar memang simpang siur.

Saudi awalnya terus berkeras bahwa Khashoggi sudah keluar dari gedung konsulat dalam keadaan hidup. Namun, aparat Turki melaporkan bahwa Khashoggi diduga dibunuh, bahkan dimutilasi, di dalam gedung konsulat.

Pada akhir pekan lalu, Saudi akhirnya mengakui kolumnis Washington Post itu tewas dalam sebuah perkelahian di dalam konsulat. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tak tahu soal pembunuhan ini.

Pertengahan pekan ini, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kemudian merinci pergerakan satu tim yang diduga dikirim langsung dari Saudi untuk menghabisi nyawa Khashoggi.

Kemarin, Kamis (24/10), Saudi akhirnya mengakui bahwa pembunuhan Khashoggi sangat terencana. (cnn/ags/data2)

Check Also

Snowden Sebut Peran Intelijen Israel Ungkap Jejak Pembunuhan Khashoggi

MOSKOW,Waspada.co.id – Whistleblower ‘peniup pluit’ dan mantan anggota Badan Intelijen AS Edward Snowden angkat bicara ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: