_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Pembangunan Toilet di Destinasi Wisata Sistem Kredit
Ilustrasi

Pembangunan Toilet di Destinasi Wisata Sistem Kredit

agregasi
agregasi

JAKARTA, WOL – Selain membangun rumah yang dapat dijadikan homestay yang disewakan kepada wisatawan, Kementerian Pariwisata yang bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga membangun toilet.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, toilet tersebut nantinya dibanderol dengan harga Rp150 juta, yang dapat dibeli oleh penduduk sekitar lokasi wisata dengan skema kredit kepemilikan toilet (KKT).

“Kenapa kita ingin kerjasama dengan Kementerian PUPR? karena kita lihat setiap toilet yang dikelola Pemda selalu tidak bagus, akhirnya bikin kita frustasi,” ujar Arief, di Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Toilet yang dibangun di tiga destinasi pertama itu, lanjut Arief, ditujukan pada para pengelola UKM yang bisa didapatkan dengan skema yang sama seperti KPR.

“Diharapkan lebih bagus ketika dikelola pihak swasta, tipenya sendiri 27, dengan uang muka 1 persen, bunga fix 5 persen, dengan tarif Rp2 ribu,” pungkasnya.

Sementara, Dirjen Perencanaan Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dedi Permadi mengutarakan, toilet-toilet itu merupakan stimulan yang nantinya bisa dikembangkan oleh kelompok-kelompok masyarakat di tiap destinasi wisata.

“Modelnya stimulan, jadi nanti ada partisipasi kelompok masyarakat ketika membangun di sekitar destinasi wisata,” pungkas Dedi.(hls/data1)

Check Also

“Soal Wisata Halal Danau Toba Jangan Diplesetkan dan Dijadikan Polemik”

MEDAN, Waspada.co.id – Kerukunan Puak Batak Bersaudara (KPBB) berharap, persoalan wisata halal Danau Toba yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.