Home / Fokus Redaksi / Pelaku Teror Bom Gereja St Yosep Medan Tak Bisa Dijerat UU Terorisme?
foto: istimewa

Pelaku Teror Bom Gereja St Yosep Medan Tak Bisa Dijerat UU Terorisme?

WOL – Terkait aksi percobaan bom bunuh yang dilakukan Ivan Armadi Hasugian (18), bakal menghadapi ketentuan hukum yang akan menyeretnya di hadapan meja hijau. Aksi teroris, merupakan perbuatan melawan hukum yang diganjar dengan hukuman yang berat.

Merujuk pada UU  No. 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan bahan peledak, pelaku diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman kurungan paling lama 20 tahun.

Namun, dalam UU tersebut (UU No. 15/2003) pada pasal 19 yang berbunyi; Ketentuan mengenai penjatuhan pidana minimum khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal 15, Pasal 16 dan ketentuan mengenai penjatuhan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, tidak berlaku untuk pelaku tindak pidana terorisme yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun.

Walaupun, pelaku Ivan Armadi Hasugian juga diancam dengan pasal 338 jo 340 tentang pembunuhan berencana.

Tampaknya, penerapan UU Terorisme ini bakal terganjal Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan  Anak. Karena diketahui, usia pelaku (Ivan, red) yang belum mencapai 18 tahun. Hal ini terlihat dari data yang tertera di KTP-nya. Bulan Oktober 2016 nanti, Ivan baru menginjak usia 18 tahun.

Hingga kini, pihak berwajib masih mendalami motif pelaku melakukan bom bunuh diri di tempat ibadah umat Kristiani itu. “Untuk sementara motif pelaku kita ketahui sebagai simpatisan (ISIS) dan terinspirasi atas kejadian-kejadian teror di luar negeri. Sehingga pelaku men-download (cara merakit bom) dari situs-situs yang ada di internet,” ujar Kapolersta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto di hadapan awak media, Senin (29/8).

Terkait adanya oknum yang diduga telah menyuruh pelaku dengan iming-iming uang jutaan rupiah, Kapolresta Medan mengaku masih mendalaminya. “Soal keterlibatan ada jaringan teroris dan siapa yang menyuruh IAH, masih kita dalami,” jelas Mardiaz.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Kepala BIN Sutiyoso menyebut pelaku merupakan simpatisan dari kelompok teroris Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).

Pria yang akrab disapa Bang Yos ini memastikan, saat ditangkap pelaku memiliki atribut ISIS yang berada di sakunya berupa kertas yang bertuliskan kalimat mirip simbol-simbol ISIS.

“‎Sangat mungkin (pelaku kelompok ISIS) karena di ranselnya ada kertas gambar bendera ISIS dan di sakunya ada kertas bertulisan I love AL Bagdadi. Dia (pelaku) simpatisan‎,” kata Bang Yos, Senin (29/8).

Bang Yos enggan berkomentar saat ditanya motif pelaku melakukan aksi terornya di rumah ibadah. ‎Menurut dia, saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyidikan terhadap aksi percobaan bom bunuh diri tersebut. “Masih didalami polisi,” singkat Bang Yos. (ags/berbagai sumber/data2)

Editor: Austin Tumengkol

Check Also

“Saya Tidak Mau Dengar Ada Polisi Tidak Melayani Masyarakat”

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, meresmikan Pos Polisi Kuala Tanjung, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: