_
Home / Warta / Mancanegara / Pejabat Malaysia yang Diduga Perkosa TKI Mundur Dari Jabatan
Penasihat Eksekutif Negara Bagian Perak, Malaysia, Paul Yong (Malay Mail)

Pejabat Malaysia yang Diduga Perkosa TKI Mundur Dari Jabatan

KUALA LUMPUR, Waspada.co.id – Penasihat Eksekutif Negara Bagian Perak, Malaysia, Paul Yong, menyatakan mundur sementara dari jabatannya. Hal itu dia lakukan menjelang menjalani proses persidangan dalam kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang warga Indonesia yang bekerja sebagai pesuruh di kediamannya.

“Setelah mempertimbangkan secara hati-hati, saya memutuskan untuk mengundurkan diri jabatan saya sebagai Penasihat Eksekutif Negara Bagian Perak. Keputusan ini saya ambil supaya bisa fokus menghadapi persidangan karena saya tidak bersalah, dan demi mengembalikan nama baik saya,” kata Yong dalam jumpa pers, seperti dilansir Malay Mail, Senin (26/8).

Yong tetap menyatakan dia tidak bersalah terkait sangkaan pemerkosaan. Menurut dia, perkara ini hanya konspirasi politik kotor, dan sudah membuat dia serta keluarga dan sejawatnya resah.

Yong menyatakan dia sudah meminta kuasa hukumnya meminta pengadilan untuk segera menentukan tanggal persidangan, supaya dia secepatnya diadili. Meski sudah mundur dari jabatannya, Yong menyatakan akan tetap mengabdi sebagai anggota dewan perwakilan rakyat daerah Tronoh.

Sidang dakwaan terhadap Yong sudah digelar pada Jumat pekan lalu. Namun, dia menolak seluruh dakwaan dan mengajukan pembelaan tidak bersalah.

Maka dari itu hakim akan menguji bukti-bukti dakwaan yang disusun jaksa dalam sidang lanjutan. Sebelumnya Yong menolak mundur dari jabatannya, meski sudah diberi saran oleh Menteri Besar Datuk Seri Ahmad Faizal Azumu.

Alasannya adalah dia masih ingin mengabdi sebagai wakil rakyat.

Yong diduga memperkosa sang TKI di rumahnya di daerah Meru. Penyelidikan sang pejabat dilakukan setelah korban mengajukan laporan ke Kantor Polisi Jelapang.

Kepolisian sempat menahan Yong pada 9 Juli lalu dan langsung memeriksa terduga pelaku dan juga pelapor. Selain interogasi, Yong dan pelapor juga menjalani serangkaian pemeriksaan medis.

Penyidik kemudian memutuskan membebaskan Yong dengan jaminan. Yong sendiri berkeras mengaku tidak bersalah, meski berjanji akan bersikap kooperatif selama penyelidikan berlangsung.

Yong dijerat dengan Pasal 376 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia tentang pemerkosaan. Jika terbukti bersalah, Ketua Komite Urusan non-Islam, Pemerintahan Daerah, Transportasi Umum, Perkampungan, dan Perumahan itu terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan dicambuk.

Sementara itu, sang TKI masih ditampung di shelter KBRI hingga saat ini. Ia tidak bisa pulang sampai penyelidikan rampung. (cnn/data2)

Check Also

BMKG: Tak Mungkin Asap Indonesia Melintasi Malaysia

JAKARTA, Waspada.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa tidak ada asap lintas ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.