Breaking News
Home / Warta / Politik / Pecat Yorrys, Golkar Harus Belajar Dari Kasus Agung Laksono-Ical
Istimewa
Istimewa

Pecat Yorrys, Golkar Harus Belajar Dari Kasus Agung Laksono-Ical

JAKARTA, WOL – Direktur Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara mengatakan Partai Golkar kembali mengulangi kesalahan yang sama karena melakukan pemecatan terhadap Yorrys Raweyai dari jabatan Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam).

“Jadi pecat-memecat itu sebenarnya masa lalu yang harus ditutup ya, karena beberapa waktu lalu ada perpecahan Partai Golkar antara kubu Agung Laksono dengan Aburizal Bakrie itu juga saling klaim dan saling pecat antar satu dengan yang lain,” katanya, Selasa (10/10) malam.

Menurut dia, kalau itu sebenarnya terjadi lagi maka kemunduran buat partai yang berlambang pohon beringin. Seharusnya, pemecatan itu harus melalui jalur-jalur resmi berdasarkan AD/ART Partai Golkar meskipun memang itu hak Setya Novanto selaku ketua umum.

“Tapi kan kesetiaan parpol memang diutamakan loyalitas yang di dalam AD/ART itu ada prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela (PDLT),” tandasnya.

Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto melakukan revitalisasi dan restrukturisasi komposisi dan personalia Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar masa bakti 2014-2019.

Lewat surat dengan nomor KEP-252/DPP/Golkar//X/2017 nama Yorrys Raweyai yang sebelumnya menjabat Ketua Koordinator Bidang Polhukam, dalam surat tersebut digantikan Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko.

Surat ini ditandatangani langsung Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar dan Idrus Marham sebagai Sekjen Golkar pada 2 Oktober 2017. Sebanyak 300 kader yang ditetapkan Setya Novanto sebagai pengurus DPP Partai Golkar hasil revitalisasi partai. (inilah/ags)

Check Also

Aziz Syamsuddin (foto: kompas)

“Tak Masalah Novanto Tunjuk Azis Jadi Ketua DPR”

KALTIM, WOL – Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin membenarkan penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.