Home / Warta / Politik / PDIP Langsung Pecat dan Ganti Kadernya yang Terlibat Korupsi DPRD Kota Malang
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (Foto: Okezone)

PDIP Langsung Pecat dan Ganti Kadernya yang Terlibat Korupsi DPRD Kota Malang

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 41 dari 45 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka. Mereka terlibat kasus dugaan suap dari wali kota nonaktif Mochammad Anton terkait pengesahan RAPBD-P Kota Malang Tahun 2015.

Lima diantaranya merupakan anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan yakni Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Hadi Susanto, Diana Yanti, dan Erni Farida.

Menyikapi masalah ini, PDIP langsung bersikap tegas dengan melakukan pemecatan terhadap kader-kadernya yang diduga melakukan korupsi. Tak hanya itu, PDIP juga bereaksi tegas dengan segera mengganti kader-kadernya yang tersangkut korupsi itu dengan melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).

“Mereka yang terkena persoalan korupsi kami beri sanksi pemecatan, akan kami PAW secepatnya,” ujar Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).

Hasto mengklaim partainya menjadi yang paling berani memberikan sanksi pemecatan dengan cepat. Bahkan, lanjut Hasto PAW akan dilakukan pada hari ini juga. Menurut Hasto PAW harus segera dilakukan agar pemerintahan di Kota Malang bisa berjalan normal.

“Secepatnya kami lakukan bahkan hari ini karena kami berkonsentrasi agar pemerintah di daerah bisa berjalan. Jangan sampai pemerintahan tak bisa berjalan karena persoalan hukum,” tutur Hasto.

Sebagaimana diberitakan Okezone, KPK telah menetapkan 41 dari 45 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka. Mereka terlibat kasus dugaan suap dari wali kota nonaktif Mochammad Anton terkait pengesahan RAPBD-P Kota Malang Tahun 2015.

Dari total 45 anggota DPRD Kota Malang, sudah 41 orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Penetapan 22 anggota DPRD Malang tersebut merupakan tahap ketiga setelah sebelumnya sudah menjerat sejumlah legislator. KPK juga langsung menahan 22 anggota DPRD Malang setelah rampung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang pada Senin 3 September 2018 kemarin.

Check Also

“Modus Korupsi Berjamaah Biasa Terjadi di Daerah”

JAKARTA, Waspada.co.id – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengungkapkan, modus korupsi berjamaah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: