_
Home / Warta / Mancanegara / Pasca Jurnalis Indonesia Tertembak, KJRI Hong Kong Imbau WNI Waspada
foto: Ilustrasi demonstran Hong Kong. (REUTERS/Edgar Su)

Pasca Jurnalis Indonesia Tertembak, KJRI Hong Kong Imbau WNI Waspada

HONG KONG,Waspada.co.id – Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong menerbitkan imbauan seluruh warga Indonesia yang berada di wilayah itu, terkait rencana aksi unjuk rasa besar-besaran bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Republik Rakyat China Ke-70 pada Selasa (1/10) besok. Mereka meminta WNI untuk lebih waspada karena dikhawatirkan akan terjadi kericuhan seperti sebelumnya.

Dalam imbauan yang dirilis di Facebook, KJRI Hong Kong mengimbau seluruh WNI di sana untuk menjauhi lokasi unjuk rasa.

“KJRI Hong Kong kembali mengimbau seluruh WNI untuk senantiasa berhati-hati dan menjauhi lokasi demonstrasi, khususnya pada 1 Oktober 2019, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” bunyi pernyataan KJRI tersebut, seperti dikutip CNNIndonesia.com pada Senin (30/9).

KJRI menyatakan bagi WNI yang membutuhkan bantuan dapat melapor ke aparat berwenang setempat atau KJRI melalui Facebook serta saluran hotline di 67730466 dan 52944184.

Sementara itu, KJRI mengatakan seluruh WNI yang memiliki jadwal penerbangan dari dan menuju Hong Kong pada 1 Oktober besok diminta melakukan konfirmasi ulang kepada maskapai masing-masing untuk memastikan waktu keberangkatan.

“Help Desk KJRI Hong Kong di Bandara dapat dihubungi melalui WhatsApp ke nomor 6894 2799.”

Massa demonstrasi di Hong Kong berencana menggelar unjuk rasa lebih besar pada 1 Oktober besok yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan China ke-70.

Pihak berwenang Hong Kong dilaporkan menolak sejumlah pengajuan izin demo dari sejumlah kelompok.

Meski begitu sejumlah kelompok hak asasi manusia memperingatkan pihak berwenang Hong Kong bahwa larangan demonstrasi akan berdampak buruk.

Massa pro-demokrasi menyatakan akan tetap turun ke jalan besok meski tak mendapatkan izin dari pemerintah.

Dikutip Reuters, jutaan warga Hong Kong telah berdemo sejak awal Juni lalu. Protes ini diawali dari penolakan warga terhadap pembahasan RUU Ekstradisi.

Meski Pemimpin Hong Kong Carrie Lam telah resmi mengumumkan pembatalan RUU itu, para pedemo masih belum puas.

Kini, tuntutan pengunjuk rasa berkembang mulai dari mendesak Carrie Lam mundur hingga pemisahan Hong Kong dari China. (cnn/data1)

适适

Check Also

Demonstrasi Anti China Tak Mereda, Xi Jinpin Disebut Segera Pemimpin Eksekutif Hong Kong

HONG KONG,Waspada.co.id – Pemerintah China dilaporkan berencana mengganti pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.