Breaking News
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / OTT Wali Kota Cilegon Tubagus Iman, KPK Sita Uang Tunai Rp1,1 Miliar untuk Urus Pembangunan Transmart
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers terkait OTT Wali Kota Cierbon Tubagus Iman.Foto Antara/Aprillio Akbar
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers terkait OTT Wali Kota Cierbon Tubagus Iman.Foto Antara/Aprillio Akbar

OTT Wali Kota Cilegon Tubagus Iman, KPK Sita Uang Tunai Rp1,1 Miliar untuk Urus Pembangunan Transmart

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sebesar Rp1,152 miliar dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Cilegon, Banten, pada Jumat, 22 September 2017, kemarin.

Uang senilai Rp1,152 tersebut merupakan bagian dari total komitmen fee sebesar Rp1,5 miliar. Adapun, uang dugaan suap untuk Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi tersebut diberikan dalam beberapa tahapan yang ditampung melalui rekening Cilegon United Football Club.

“Uang tersebut diduga bagian dari komitmen senilai Rp1,5 miliar yang diduga diberikan untuk Wali Kota Cilegon melalui transfer dari PT KIEC dan PT BA melalui Cilegon United,” Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (23/9/2017).

Basaria merincikan, uang sebesar Rp1,152 Miliar tersebut diberikan ke Wali Kota Cilegon dalam dua tahap. Pada pemberian pertama, diberikan pada, 19 September 2017 dari PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) kepada Wali Kota Cilegon, sebesar Rp700 Juta melalui rekening Cilegon United Football Club.

“Sedangkan, pada tanggal 22 September 2017 (pemberian kedua), dari kontraktor PT BA (Brantas Abipraya) ‎ke rekening Cilegon United Football Club, sebesar Rp800 Juta,” sambung Basaria.

Diduga, uang suap yang disita Satgas KPK tersebut untuk mengurus perizinan pembangunan mall Transmart di daerah Cilegon, Banten.

Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif dan dilanjutkan gelar perkara, ‎KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka. Keenam orang tersebut yakni, Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi; pihak swasta, Hendri; serta Kepala BPTPM Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira.

Sedangkan tiga lainnya yang diduga sebagai pihak pemberi suap yakni, Project Manager PT Brantas Abipraya, Bayu Dwinanto Utomo; Legal Manager PT Krakatau Industrial Cilegon (PT KIEC), Eka Wandoro Dahlan; serta Direktur Utama PT KIEC, ‎Tubagus Donny Sugihmukti.

Keenam tersangka tersebut diduga terlibat dalam kasus dugaan suap terkait dengan pemulusan proses perizinan rekomendasi Analisis Mengenanai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai salah satu prasyarat perizinan pembangunan Mall Transmart.

Atas perbuatannya, Iman, Dita dan Hendry yang diduga sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Bayu Dwinanto, Dony dan Eka yang diduga selaku pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Check Also

Alexander Marwata (foto: Istimewa)

KPK: OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi

JAKARTA, WOL – Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan bahwa banyaknya kepala daerah yang diciduk ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.