Breaking News
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Novel Baswedan Kembali Jalani Operasi di Hari Kemerdekaan RI
Novel Baswedan (dok. Antara)
Novel Baswedan (dok. Antara)

Novel Baswedan Kembali Jalani Operasi di Hari Kemerdekaan RI

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akan kembali menjalani operasi mata kiri yang sebelumnya menjadi korban penyiraman air keras. Operasi pemulihan penglihatan akan dilaksanakan tepat peringatan hari kemerdekaan RI ke 72, 17 Agustus 2017.

Menurut juru bicara KPK Febri Diansyah tim medis akan melakukan penanaman jaringan gusi dan gigi pada mata kiri Novel. “Karenanya operasi akan dilakukan dua tahap,” ujar Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu (13/8/2017)

Air keras mengakibatkan membran sel plasenta mata kiri Novel terus bergerak. Selain timbul rasa gatal, pergerakan tak wajar (membran) membuat lapisan luar seperti hendak lepas.

Adanya tekanan pada lapisan luar sempat membuat lensa kontak yang terpasang pada mata kiri dan kanan Novel lepas. Penglihatan Novel sendiri hanya mampu menangkap bayangan dari jarak satu meter. “Sebelum operasi Novel harus istirahat dan melakukan beberapa persiapan,” kata Febri.

Dia menjelaskan bahwa perawatan paska operasi membutuhkan waktu cukup panjang. Pada tujuh hari pertama paska operasi, mata Novel harus ditutup plastik. Bekas operasi diharuskan terlindung dari debu.

Baru pada tujuh hari kedua, kata Febri, penutup mata baru bisa dilepas. Hal itu untuk mengetahui perkembangan penglihatan Novel. “Hasil operasi baru bisa diketahui dua bulan setelah itu. Dan dalam sebulan mata tidak boleh terkena air,” jelasnya.

Novel Baswedan merupakan salah satu penyidik KPK yang diserang orang tak dikenal. Novel tiba tiba disiram air keras. Insiden itu terjadi saat Novel usai menunaikan salat Subuh tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Untuk mengungkap pelaku sekaligus memastikan motif penyiraman, polisi sudah memeriksa 52 orang saksi. Namun sejak peristiwa berlangsung 11 April 2017, polisi belum juga berhasil menangkap pelaku.

Check Also

Ketua DPR Setya Novanto (tengah) bersama (kiri ke kanan) Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Fadli Zon, Agus Hermanto, dan Taufik Kurniawan. (Antara)

Surat Pimpinan DPR yang Minta Tunda Penyidikan Setnov Dinilai Bentuk Intervensi

JAKARTA, WOL – Ahli Hukum Pidana Universitas Gajah Mada Edward Omar Sharif Hiariej menilai surat ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.