Home / Warta / Mancanegara / New York Times: Gedung Putih Punya Standar “Ganda”
Foto: Ilustrasi Gedung Putih (REUTERS/Carlos Barria)

New York Times: Gedung Putih Punya Standar “Ganda”

WASHINGTON,Waspada.co.id – Seorang pejabat tinggi kabinet Donald Trump mengatakan bahwa staf Gedung Putih kerap berupaya melakukan persekongkolan untuk menggulingkan sang presiden.

Pejabat yang tak ingin disebutkan namanya itu menyebut para staf kerap berusaha menggagalkan agenda dan melemahkan kewenangan Presiden Amerika Serikat itu. Hal ini dilakukan para staf lantaran khawatir atas perilaku Trump yang dianggap labil dan “amoral” sebagai pemimpin.

“Presiden Trump tengah menghadapi ujian terberat dalam kepemimpinpinannya. Tidak seperti yang pernah dihadapi oleh seorang pemimpin Amerika di masa modern,” ucap pejabat itu lagi dalam artikel terbuka berjudul ‘Saya Adalah Bagian dari Oposisi di Dalam Pemerintahan Trump’ yang dirilis The New York Times, Rabu (5/9).

“Dilema ini tidak sepenuhnya dia (Trump) pahami. Ada banyak pejabat senior di dalam kabinetnya sendiri yang bekerja dengan giat untuk menggagalkan sejumlah agendanya dan inklinasi terburuknya.”

Pejabat itu menggambarkan kepemimpinan Gedung Putih di bawah Trump memiliki standar “ganda”. Sebab, tak jarang Trump memerintahkan satu hal kepada para stafnya secara sadar, tapi lantas melakukan hal yang berlawanan dari perkataannya.

Pejabat itu juga mengklaim para staf pemerintahan berusaha mengisolasi diri mereka sendiri dari gaya kepemimpinan Trump yang disebut seperti “impulsif, bermusuhan, picik, dan tidak efektif”. Ia juga menganggap gaya kepemimpinan Trump seperti seorang otokrat dan diktaktor.

“Saya tahu, karena saya salah satunya (yang melawan Trump),” tuturnya seperti dikutip AFP.

Meski melawan pemerintah, pejabat tersebut menegaskan komitmennya menjalankan agenda Partai Republik yang dipimpin Trump dan tidak berpihak pada Demokrat.

“Kami percaya tugas utama kami adalah untuk negara ini, dan Presiden terus bertindak dengan cara merugikan eksistensi negara ini. Akar masalahnya adalah amoralitas Presiden,” paparnya.

“Itulah mengapa banyak pejabat yang ditunjuk Trump bersumpah melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga demokrasi negara, dan disaat bersamaan menggagalkan sikap impulsif Trump sampai dia keluar dari Gedung Putih.”

Dia bahkan mengklaim ketika awal Trump berkuasa, beberapa pejabat secara diam-diam telah membahas kemungkinan mengajukan amandemen Konstitusi AS ke-25. Mereka mencari kemungkinan pemecatan seorang presiden ketika dinilai tidak kompeten.

“Tapi tidak ada yang ingin memicu krisis konstitusional. Jadi kami melakukan apa yang kami bisa untuk mengarahkan pemerintahan ke arah yang benar sampai ini (kepemimpinan Trump) berakhir,” tutur pejabat itu.

Tulisan terbuka itu memperkuat klaim yang dibuat seorang wartawan Gedung Putih, Bob Woodward, tentang kekacauan pemerintahan Trump dalam buku terbarunya.

Woodward mengatakan ada sekelompok pejabat Gedung Putih yang kerap mencoba mencegah Trump mengambil kebijakan atau keputusan yang dapat merusak perekonomian dan mengancam keamanan Negeri Paman Sam.

Gedung Putih mengecam publikasi Woodward itu dengan menganggap bukunya “tidak lebih dari kisah-kisah palsu.” Sementara Trump sendiri menyebut buku Woodward itu sebagai “sebuah karya fiksi”. (cnn/data1)

Check Also

Trump Tantang New York Times Ungkap Pembocor Upaya Makar

WASHINGTON, Waspada.co.id – Donald Trump menantang The New York Times untuk mengungkap identitas seseorang yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: