Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Nasib Facebook di Ujung Tanduk Buntut Bocornya Jutaan Data Pengguna
ISTIMEWA
ISTIMEWA

Nasib Facebook di Ujung Tanduk Buntut Bocornya Jutaan Data Pengguna

agregasi
agregasi

 

BOCORNYA 1,3 juta data pengguna Facebook di Tanah Air menimbulkan kekhawatiran. Sebab, tak menutup kemungkinan data pribadi tersebut disalahgunakan untuk kejahatan. Pemerintah, DPR, dan aparat penegak hukum pun bergerak cepat untuk menanggulanginya dengan memanggil pihak terkait.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sendiri sudah memberi sanksi lisan kepada Facebook terkait bocornya 1,3 juta data pengguna jejaring sosial itu asal Indonesia. Namun, pemerintah masih menunggu hasil audit Facebook terkait kebocoran data para penggunanya.

“Sekarang ini baru teguran dan sanksi lisan, kita menunggu secepatnya supaya ada penjelasan mengapa seperti itu, kenapa dan bagaimana,” kata Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum, Henri Subiakto.

Pemanggilan juga sudah dilakukan untuk mengetahui alasan bisa bocornya data pengguna ke Cambridge Analytica sampai 87 juta dan di mana terdapat 1,3 juta berada di Indonesia. Upaya untuk mengetahui alasan bocornya data pengguna itu terus berlanjut.

(Kebocoran data pengguna Facebook)

Polri pun ikut turun tangan setelah mendapat surat dari Kemenkominfo untuk ikut menindaklanjuti kebocoran data pengguna Facebook. Namun, kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, pihak Facebook meminta penundaan karena sedang mengumpulkan data-data yang ingin ditunjukkan kepada kepolisian.

“Facebook minta waktu untuk mengumpulkan data-data jadi kemungkinan minggu depan baru bisa datang ke Bareskrim direktorat Tindak Pidana Siber,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 12 April 2018.

Tak tanggung-tanggung, bila terbukti bersalah, Facebook bisa saja dikenai Pasal 30 UU ITE yang mengatur tentang akses ilegal. Pasal tersebut menyatakan seseorang yang sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan atau sistem elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem keamanan, diancam pindana hingga 8 tahun.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat pengguna Facebook yang mendapat pemberitahuan dari Facebook tentang penyalahgunaan data pribadinya untuk melapor. Hal itu diperlukan agar bisa menjadi saksi untuk mengungkap persoalan tersebut.

(Perwakilan Facebook RDPU dengan Komisi I DPR, Foto: Okezone)

Catatan DPR Buat Facebook

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) merupakan salah satu wakil rakyat yang menginisiasi pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Facebook untuk menangani soal bocornya data pengguna Facebook. Sebab, dirinya menganggap hal itu sebagai persoalan besar dan global.

“Jika perlu, bentuk Pansus untuk hal ini. Amerika dan Inggris juga sudah melakukannya,” kata Bamsoet.

Bila hanya sekadar teguran lisan, ia menilai itu tak akan berpengaruh banyak terhadap Facebook dan keamanan data penggunanya terutama yang ada di Indonesia. Pasalnya, kedaulatan negara tidak hanya soal teritori darat, laut, dan udara, tapi juga ruang siber.

Bamsoet menduga bocornya sejuta data pengguna Facebook di Indonesia ini akan menjadi sebuah masalah. Seperti, semakin banyaknya beredar berita hoaks. Apalagi, Indonesia adalah negara di peringkat ketiga setelah Amerika Serikat dan Filipina dalam hal jumlah kebocoran data pengguna Facebook.

Check Also

RDPU Facebook dengan DPR. (Foto: Bayu S/Okezone)

Rapat dengan Facebook, Ini 4 Catatan Komisi I DPR Terkait Kebocoran Data

  JAKARTA – Komisi I DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan pihak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.