Home / Warta / Mancanegara / Najib Razak Kembali Dijatuhi Tiga Dakwaan Pencucian Uang
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, kembali dijatuhi tiga dakwaan baru atas kasus pencucian uang senilai 47 juta ringgit atau setara Rp161 miliar. (Reuters/Lai Seng Sin)

Najib Razak Kembali Dijatuhi Tiga Dakwaan Pencucian Uang

KUALA LUMPUR, Waspada.co.id – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, kembali dijatuhi tiga dakwaan baru atas kasus pencucian uang senilai 47 juta ringgit atau setara Rp161 miliar.

Hakim pengadilan, Asman Ahmad, membacakan surat dakwaan pada Jumat (8/2). Melalui pengacaranya, Najib mengaku tidak bersalah atas seluruh tuduhan yang diarahkan padanya.

Berdasarkan dokumen pengadilan, Najib dituduh terlibat pencucian uang dalam tiga rekeningnya di Bank AmPrivate.

Seluruh pelanggaran tersebut diduga berlangsung di AmIslamic Bank Berhad, Gedung Ambank Group, Kuala Lumpur, sekitar 8 Juli 2014 lalu.

Dikutip The Straits Times, Najib pertama kali dijatuhkan tuduhan dalam kasus yang sama pada 28 Januari lalu di Pengadilan Tinggi.

Hakim Pengadilan Tinggi, Mohd Nazlan Mohd Ghazali, memutuskan tak menahan Najib setelah menerima permintaan yang diajukan Jaksa Agung, Tommy Thomas, dalam persidangan hari ini.

Tommy mengajukan permohonan agar Najib tak dipenjara dengan alasan penuntut ingin membawa tuntutannya terhadap Najib ke Pengadilan Negeri, bukan Pengadilan Tinggi.

Tuntutan hari ini menambah panjang daftar dakwaan yang telah dijatuhkan terhadap Najib sejak dirinya kalah pemilihan umum pada 9 Mei lalu.

Sejauh ini, PM Malaysia ke-6 itu telah dijatuhkan lebih dari 35 dakwaan atas dugaan korupsi lembaga investasi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

Puluhan dakwaan itu mencakup pencucian uang, pelanggaran kepercayaan, dan pelanggaran kekuasaan. Namun, Najib selama ini membantah seluruh tuduhan korupsi yang menjeratnya itu.

Keseluruhan kasus 1MDB pertama kali menjadi perhatian publik setelah pada 2015, Wall Street Journal melaporkan aliran dana sebesar US$700 juta dari 1MDB ke rekening pribadi Najib.

Hingga kini, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Swiss, dan Singapura ikut membuka penyelidikan terkait korupsi 1MDB. (cnn/data2)

Check Also

“PS Pratama Harus Mampu Harumkan Nama Kota Medan”

MEDAN, Waspada.co.id – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, didampingi Asisten Ekbang, Khairul Syahnan dan Kadispora ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: