Home / Warta / Politik / Mundur dari Rais Aam PBNU, Ini Kata Ma’ruf Amin
KH Ma'ruf Amin (Foto: Okezone)

Mundur dari Rais Aam PBNU, Ini Kata Ma’ruf Amin

JAKARTA, Waspada.co.id – Bakal Calon Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin menyatakan akan mundur dari jabatan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sesuai prosedur yang tercantum dalam AD/ART NU.

“Setelah nanti sudah ditetapkan sebagai Cawapres nya pak Jokowi, saya akan melakukan pengunduran diri dari Rais Aam PBNU. Tapi harus melalui beberapa tahapan, jadi tidak asal-asalan mundur,” ungkap Ma’ruf usai melakukan silaturahmi di Ponpes Futuhiyah, Mranggen, Demak, Rabu (5/9).

Dalam AD/ART PBNU BAB Pengisian Jabatan Antar Waktu disebutkan bahwa apabila Rais ‘Aam berhalangan tetap, maka Wakil Rais Aam menjadi Pejabat Rais ‘Aam. Namun, apabila Wakil Rais Aam berhalangan tetap, maka Rais ‘Aam atau Pejabat Rais Aam menunjuk salah seorang Rais untuk menjadi Wakil Rais Aam.

Sedangkan, apabila Rais Aam dan Wakil Rais Aam berhalangan tetap dalam waktu yang bersamaan, maka Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan Pejabat Rais Aam dan Pejabat Wakil Rais Aam.

Ma’ruf berharap sosok Rais Aam PBNU penggantinya adalah orang yang dianggap terbaik dan memiliki pengaruh dalam keulamaan sehingga dapat memberi contoh yang baik bagi seluruh Ulama di Indonesia.

“Cari penggantinya juga tidak bisa sembarangan. Rais Aam itu orang nomor satu di PBNU, harus yang terbaik dan berpengaruh,” kata Ma’ruf.

Rais Aam di PBNU diantaranya memiliki kewenangan untuk mengendalikan pelaksanaan kebijakan umum Organisasi, Mewakili Pengurus Besar Nahdlatul Ulama baik keluar maupun ke dalam yang menyangkut urusan keagamaan baik dalam bentuk konsultasi, koordinasi, maupun informasi.

Selain itu, bersama Ketua Umum, Rais Aam mewakili Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam hal melakukan tindakan penerimaan, pengalihan, tukar-menukar, penjaminan, penyerahan wewenang penguasaan atau pengelolaan dan penyertaan usaha atas harta benda bergerak dan/atau tidak bergerak milik atau yang dikuasai Nahdlatul Ulama dengan tidak mengurangi pembatasan yang diputuskan oleh Muktamar baik di dalam atau di luar pengadilan.

Rais Aam bersama Ketua Umum juga berwenang menandatangani keputusan-keputusan strategis Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan membatalkan keputusan perangkat organisasi yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama.

Usai ditunjuk Joko Widodo sebagai bakal calon wakil presiden Ma’ruf Amin kemudian melakukan safari ke sejumlah pesantren. Sebelum ke Demak, Ma’ruf telah berkunjung ke Pesantren Lirboyo.

Salam kunjungannya itu, Ma’ruf juga meminta doa restu untuk maju di Pilpres mendatang. PBNU rencananya akan membahas posisi Ma’ruf sebagai Rais Aam pada 23 September 2018, usai penetapan resmi capres dan cawapres oleh KPU. (cnnindonesia/ags/data1)

Check Also

Jokowi: Saatnya Saya Jawab Semua Fitnah

SOLO, Waspada.co.id – Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo ( Jokowi), mengeluhkan banyaknya fitnah, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: