Home / Warta / Indonesia Hari Ini / MUI Janji Terjun Atasi Rubella, Penyakit yang Bisa Jadi ‘Beban Luar Biasa’
Ilustrasi

MUI Janji Terjun Atasi Rubella, Penyakit yang Bisa Jadi ‘Beban Luar Biasa’

agregasi
agregasi

 

MAJELIS Ulama Indonesia akan ikut terjun dalam membantu imunisasi Measles Rubella (MR), penyakit “sangat berbahaya” yang dapat menjadi ‘beban luar biasa’ bagi Indonesia.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin mengatakan imunisasi MR wajib dan ia mengimbau seluruh kelompok masyarakat yang selama ini masih menolak untuk segera melakukan vaksinasi untuk anaknya.

“MR justru diwajibkan, mengapa? Rubella sangat berbahaya, vaksinnya haram kami bolehkan, imunisasinya wajib, agama ini enak, kalau susah jadi longgar, kalau sempit baru longgar,” kata Ma’aruf dalam diskusi tentang vaksin MR yang dihadiri Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Jakarta, Selasa 18 September 2018.

Ma’ruf juga mengatakan MUI akan ikut turun dalam sosialisasi vaksin ini karena “sifatnya yang darurat dan tujuannya untuk eliminasi total rubella.”

“Percayalah dengan keputusan Kementerian Kesehatan, karena kita tidak mau anak-anak kita terlahir cacat,” kata Ma’aruf.

MUI akan melakukan pendekatan kepada pihak-pihak yang selama ini menolak vaksin MR termasuk di Aceh.

Sementara Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan capaian imunisasi MR tahun ini jauh dari target dan hanya mencapai sekitar 49% akibat tingkat penolakan sejumlah masyarakat.

‘Beban luar biasa’

“Kalau cakupan kurang dari 95% kemungkinan (yang lain) akan terkena juga…gejala rubella tidak khas. Kita tak tahu ada yang terkena rubella atau tidak (di sekitar kita). Jadi kalau kebetulan ada ibu hamil muda, (bisa terkena juga), dampaknya seperti itu dan bebannya luar biasa,” kata Nila.

“Target kita 70 juta anak Indonesia, dan pada 2020 nanti, MR sudah tereliminasi, yang kita sama-sama lakukan adalah membentuk kekebalan kolektif,” tambah Nila.

Foto: Shutterstock

Dalam program imunisasi MR tahap dua di 28 provinsi di Indonesia, Aceh menempati posisi terendah pencapaian imunisasi, yakni 7%.

Di Aceh Majelis Permusyawaratan Umat (MPU) Aceh belum menelurkan fatwa yang bisa meyakinkan masyarakat untuk menjalani imunisasi MR.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, imunisasi MR tahap pertama, telah selesai di Pulau Jawa, dan melampau target yakni hampir 35 juta anak atau 97%, sementara target awal sebesar 95%.

Pada 2015, terdapat 979 kasus CRS (Congenital Rubella Syndrome) dari 4,89 juta bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mengidap rubella pada awal kehamilan. Sang ibu tertular rubella dari anak-anak yang terjangkit, karena penularan rubella bisa melalui udara.

Akibatnya, risiko keguguran sangat besar dan bayi yang dilahirkan mengalami kecacatan yang meliputi kelainan jantung, kerusakan jaringan otak, katarak, tuli, dan keterlambatan pertumbuhan bayi. Kerugian ekonomi akibat wabah ini diperkirakan mencapai Rp1,09 triliun.

Check Also

Jokowi Pastikan Gaji ke-13 PNS dan THR ASN tetap Diberikan di 2019

  JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemberian gaji ke-13 bagi para PNS dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: