Home / Warta / Teknologi / Motor Bergaya Klasik, Pilih W175, Motobi 152 atau Viar Vintech?
foto: otosia.com

Motor Bergaya Klasik, Pilih W175, Motobi 152 atau Viar Vintech?

WASPADA.co.id – Geliat motor custom terus tumbuh dalam 5 tahun terakhir. Besamanya pula, muncul bengkel-bengkel modifikasi yang khusus menggarap motor beraliran klasik. Pada level agen pemegang merek (APM) Jepang, praktis hanya PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) yang bermain di segmen motor bergaya klasik dengan jagoan W175.

Namun kini Kawasaki tidak lagi sendirian. Justru lawan datang dari non merek Jepang, yakni Viar yang menggondol mesin asal Cina dan Benelli asal Italia. Untuk melawan W175 Viar menyodorkan dua model sekaligus, yakni Viar Vintech 200 dan 250. Sementara Benelli menawarkan Motobi 250. Motor klasik Benelli ini sendiri dirakit di Gunung Putri Bogor, Jawa Barat.

Dari segi harga, hanya Viar Vintech yang mendekati harga jual W175. Jika Kawasaki W175 SE dijual yaitu Rp 30,8 juta dan Kawasaki W175 Rp 29,8 juta on the road Jakarta, maka Viar Vintech masing-masing dibanderol Rp 22 juta dan Rp 29 juta.

Di bawah harga tersebut, Benelli Motobi 152 dijual Rp 18,9 juta. Jauh lebih murah daripada W175 dan Viar Vintech.

Ketiganya sama-sama mengandalkan sistem pengabutan karburator, silinder tunggal, transmisi manual 5 percepatan. Namun urusan tenaga, ketiganya punya perbedaan yang tidak terlalu jauh.

Jika Kawasaki W175 punya tenaga 13 hp pada putaran 7500 rpm dan torsi puncak 13,2 Nm di 6.000 rpm, maka Viar Vintech 200 memuntahkan daya sebesar 13,8 Kw pada 9.000 Rpm, dan Vibtech 250 bertenaga 15 Kw pada 8.500 Rpm.

Sedangkan Benelli Motobi 152 menyemburkan tenaga 11,2 dk di 8.000 rpm dan torsi 11,1 Nm di 6.000 rpm.

Urusan suspensi, hanya Viar Vintech 250 yang sudah menggunakan peredam kejut depan upside down dan double shock model tabung untuk peredam belakang. Sementara Benelli Motobi 152 suspensi depan teleskopik dengan travel 110 mmdan belakang twin subtank dengan travel 60 mm.

Lalu Kawasaki 175 suspensi depan teleskopik 30 mm, dan peredam kejut belakang punya setelan pre-load 5 tingkat.

Untuk panel indikator, baik W175, Beneli Motobi 152, dan Viar Vintech 200 menggunakan model analog. Hanya Viar Vintech 250 menganut sistem informasi digital.

Sama-sama mengadopsi model lampu utama bulat, sosok W175 dan Benelli Motobi 152 lebih terlihat sebagai British naked motorcycles lantaran desain tangki khas motor klasik, sedangkan bentuk tangki Viar Vintech sudah semi modern dengan lekukan sedikit tajam.

Soal warna, W175 lebih kaya varian, yakni Metallic Spark Black, Metallic Matte Covert Green, dan New Silver. Viar Vintech cuma punya pilihan hitam dan merah doff, begitu juga Binelli Motobi 152, terbatas hitam dan putih metalik.

Jadi, pilih mana? (otosia.com/dv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: