Home / Warta / Mancanegara / Menlu Iran Mendadak Ke Turki, Temui Erdogan
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. [twitter]

Menlu Iran Mendadak Ke Turki, Temui Erdogan

ANKARA, Waspada.co.id – Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengunjungi Ankara, ibu kota Turki, secara tiba-tiba pada Rabu (29/8) lalu, waktu setempat. Zarif bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu, menjelang operasi militer besar-besaran Suriah ke Provinsi Idlib.

Iran merupakan sekutu Suriah sedangkan Turki mendukung kelompok bersenjata Sunni, yang berupaya menjatuhkan Presiden Suriah, Bashar al Assad, dan berlindung di Idlib. Kota Idlib ini berbatasan langsung dengan Turki.

baca: Iran Adukan Sanksi AS ke Mahkamah Internasional

“Kami mendiskusikan topik bilateral dan regional termasuk perkembangan di Suriah dengan Menlu Iran, Javad Zarif,” kata Cavusoglu dalam cuitan di Twitter seperti dilansir media Rudaw, Rabu, (29/8).

Menurut media Times of Israel, Zarif diterima Erdogan di kantor pusat Partai Keadilan, yang dipimpin Erdogan. Erdogan, Presiden Iran Hassan Rouhani, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, membentuk aliansi untuk melakukan deeskalasi konflik di Suriah. Ketiganya bakal bertemu untuk pertemuan puncak pada 7 September 2018 di Iran.

Pertemuan puncak ini bakal menjadi tes bagi ketiga negara dalam menyelesaikan konflik di Idlib, yang dikontrol pasukan pemberontak dukungan Turki. Pemeritahan Erdogan menyebut solusi militer di Idlib berpotensi menjadi bencana bagi semua.

baca: Israel Keluarkan Ancaman Baru untuk Militer Iran di Suriah

Militer Turki mendirikan 12 pos observasi di dalam Idlib untuk memonitor zona deeskalasi ini. Militer dikabarkan telah memesan tembok beton siap pasang untuk menghadapi kemungkinan serangan dari Suriah dan Rusia.

Menlu Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan negara-negara Barat agar tidak menghalangi upaya operasi anti-teror di Idlib. Dia juga mengatakan ada kesepahaman politik penuh antara Turki dan Rusia untuk memisahkan kelompok oposisi moderat dengan teroris.

Baru-baru ini, Menlu Turki Cavusoglu bertemu di Moskow untuk menghindari terjadinya konflik militer terbuka antar kedua negara. Saat itu, zona deeskalasi di Idlib disebut-sebut sebagai solusi yang dibahas.

Dalam kunjungan ke Turki ini, Menlu Zarif menuding AS melakukan politik bully atau menyerang sekutu sesama anggota NATO yaitu Turki.

baca: AS: Mahkamah Internasional Tak Berwenang Soal Sanksi Iran

Ini terkait pengenaan tarif impor ganda oleh AS terhadap baja dan aluminium Turki. “Amerika telah menunjukkan mereka tidak punya batasan dalam mengenakan tekanan dan menggunakan kekuatan terhadap sekutu sendiri,” kata Zarif.

Menurut kantor berita IRNA, Zarif juga mengatakan,”Turki dan sekutu AS di Eropa telah sampai pada kesimpulan bahwa AS tidak bisa dipercaya sebagai rekan.” (wol/tempo)

Check Also

Prancis Ancam Sanksi Jika Saudi Terbukti Membunuh Khashoggi

PARIS,Waspada.co.id – Pemerintah Prancis menyatakan bakal memberikan sanksi terhadap Arab Saudi, jika terbukti terlibat dalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: