Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Menhan AS: Tragedi Rohingya Lebih Buruk dari Sorotan Media
Menteri Pertahanan AS James Norman 'Jim' Mattis bersama Presiden Indonesia Joko Widodo (Foto: Darren Whiteside/Reuters)
Menteri Pertahanan AS James Norman 'Jim' Mattis bersama Presiden Indonesia Joko Widodo (Foto: Darren Whiteside/Reuters)

Menhan AS: Tragedi Rohingya Lebih Buruk dari Sorotan Media

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), James Norman ‘Jim’ Mattis memaparkan, kondisi pengungsi Rohingya yang berasal dari Rakhine State, Myanmar, jauh lebih buruk daripada yang disorot media. Pernyataan itu disampaikan pria berjuluk si anjing gila tersebut saat berkunjung ke Indonesia.

“Apa yang terjadi kepada orang-orang ini adalah tragedi yang lebih buruk daripada yang dapat dilaporkan oleh CNN atau BBC,” ungkap Jim Mattis kepada awak media, mengutip dari Reuters, Selasa (23/1/2018).

“Amerika Serikat telah terlibat dengan penuh semangata dalam bidang diplomatik untuk menyelesaikan masalah ini, lewat bantuan kemanusiaan, di mana banyak uang yang kami serahkan bagi bantuan kemanusiaan,” sambung pria berusia 67 tahun itu.

Sebagaimana diberitakan, sekira 688 ribu orang etnis Rohingya melarikan diri dari Rakhine State menuju Bangladesh akibat agresi militer Myanmar sejak 25 Agustus 2017. Perserikatan Bangsa-Bangsa menganggap tindakan Myanmar tersebut sebagai pembersihan etnis mengingat adanya laporan pemerkosaan, pembunuhan, dan penjarahan terhadap etnis Rohingya.

Ratusan ribu orang pengungsi itu sementara ini ditempatkan di kamp-kamp pengungsian di Cox’s Bazaar. Bangladesh dan Myanmar sepakat untuk memulai proses pemulangan pengungsi Rohingya secara bertahap hingga dua tahun ke depan.

Akan tetapi, proses yang sedianya dimulai pada Selasa siang waktu setempat ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Menurut Ketua Komisi Rehabilitas dan Pengungsi Bangladesh, Abul Kalam, masih banyak persiapan yang harus dilakukan.

“Ada banyak yang hal yang harus terus dikerjakan. Daftar nama-nama orang yang harus dipulangkan masih belum siap, verifikasi, dan pendirian kamp-kamp transit juga masih dikerjakan,” ucap Abul Kalam.

Di sisi lain, Myanmar mengaku sudah siap menerima kloter pertama kepulangan para pengungsi di dua pusat penerimaan dan kamp sementara yang berada di perbatasan. Keseriusan Myanmar itu dibuktikan dengan percepatan pembangunan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan guna melancarkan kepulangan ratusan ribu pengungsi etnis Rohingya.

Sesuai kesepakatan, Bangladesh akan memberikan data terbaru mengenai calon-calon pengungsi yang direpatriasi berdasarkan formulir yang sudah diisi. Sebagian pengungsi akan kembali lewat jalur darat sementara yang lain melewati jalur perairan dengan menyusuri sungai yang membelah perbatasan kedua negara.

Check Also

foto: Illustrasi

Gempa Banten, BPBD Bogor: Belum Ada Laporan Kerusakan

  BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menyebut belum ada laporan kerusakan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.