_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Mengenal Sosok Sarinah, Pengerajin Rotan Dari Gang Kecil
Istimewa

Mengenal Sosok Sarinah, Pengerajin Rotan Dari Gang Kecil

MEDAN, Waspada.co.id – Bagi Sarinah (47) menjalankan usaha kerajinan adalah sebuah tantangan besar di era digital dan modern saat ini.

Perjalanan 27 tahun, adalah usia yang tidak singkat, jatuh bangun pun dirasakan Sarinah bersama sang suami Suparno dalam merintis usaha kerajinan rotannya sampai sekarang.

Sarinah adalah seorang pengerajin rotan di sudut kota Medan tepatnya di Gang Kecil Medan Sunggal, membuat kerajinan perabotan rumah tangga seperti kursi, meja, lemari dan berbagai kerajinan lainnya adalah kegiatan sehari-sehari beliau bersama sang suami.

Ditemui kediamannya, Sarinah menuturkan perjalanannya menjalankan usaha kerajinan rotan yang dirintis 27 tahun silam sampai sekarang.

“Saya dulu hanya pekerja pengerajin rotan di salah satu perusahan kerajinan rotan, akhirnya dan suami juga tapi beda perusahaan, setelah itu kami menikah dan memutuskan untuk membuat usaha sendiri, di tahun pertama sampai beberapa tahun berikutnya usaha berkembang pesat, karena kita ekspor ke beberapa perusahaan, dan omsetnya juga lumayan, namun di tahun 2000 an usaha mulai mengalami penyusutan karena banyak perusahaan ekspor yang tutup,” tuturnya.

Akhirnya, penjualan dan pendapatan pun menurun, dan harus mulai menyusun strategi kembali untuk melalukan pemasaran.

“Kita menjual dengan sistem pesanan saja dan melempar ke agen yang mau memasarkan keliling, pendapatan pun tetap berbeda dan sedikit menurut bila dibandingkan pada saat ekspor,” ungkapnya.

Seiring berjalannya usaha, sempat juga mengalami kekurangan modal karena harus membeli bahan baku rotan. Dan pada 2016 ditawarkan oleh BTPN Syariah untuk pembiayaan.

“Dengan tawaran tersebut, saya tertarik dan mengikuti sistem yang BTPN Syariah cari, ikut sekolah selama 5 hari, dan diajarkan berbagai banyak pengalaman dan ilmu salah satunya tentang pemahaman dalam menjalankan bisnis dan memasakannya brand,” ungkapnya.

Kemudian, dibentuk kelompok centra oleh pihak BTPN Syariah, satu kelompok terdiri dari 5-10 orang. Di mana masing-masing anggota memiliki peminjaman yang berbeda-beda.

“Saya pada waktu itu, pinjam 5 juta untuk tambahan modal usaha, karena memang stok bahan abis dan hasil kerajinan sepi pembeli, Alhamdullilah BTPN Syariah mengsetujui dan memberikan pembiayaan tanpa agunan, cicilan juga tidak memberatkan saya,” ungkapnya.

“Alhamdullilah, berangsur usaha saya semakin membaik, karena saya bisa membeli bahan baku tanpa harus menunggu pesanan pembeli, dan BTPN Syariah juga mengajarkan banyak hal tentang mengembangkan bisnis, programnya sangat bagus buat para usaha-usaha seperti saya,” tandasnya.(wol/Eko/data1)

适适

 

Check Also

BTPN Syariah Komitmen Pemberdayaan Nasabah Perempuan

MEDAN, Waspada.co.id – Meningkatkan pengembangan keuangan inklusif, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.