Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Masyarakat Harus Waspadai Daging Naik Jelang Ramadhan
WOL Photo/eko kurniawan

Masyarakat Harus Waspadai Daging Naik Jelang Ramadhan

MEDAN, Waspada.co.id – Sejauh ini, harga daging sapi memang terbilang sangat stabil. Bahkan cenderung mengalami penurunan.

Namun menjelang Ramadhan, masyarakat harus mewaspadai lonjakan kenaikan konsumsi daging sapi yang bisa mencapai 300 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Sebelum Ramadhan, ada punggahan yang kerap memicu kenaikan tren permintaan daging. Peningkatan konsumsi tersebut sangat berpeluang memicu kenaikan harga jika tidak diimbangi dengan pasokan yang cukup.

“Sejauh ini harga daging sapi dijual di kisaran Rp110 hingga Rp120 ribu per kg. Jika nanti permintaan tinggi, dan mampu diimbangi dengan pasokan yang cukup, potensi kenaikan harga daging tetap berpeluang terjadi, pemicunya adalah karena pedagang itu membeli sapi hidup,” tegas Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, kepada Waspada Online,  Senin (7/5).

Artinya begini, seorang pedagang yang membeli satu ekor sapi hidup, tentunya harus membuang isi perut, dagingnya dijual. Namun tidak demikian semudah menjual kaki, kepala, tulang ataupun kulit. Tren konsumsi daging yang melonjak tersebut, ternyata tidak diimbangi dengan permintaan akan kepala, tulang, kaki, jeroan ataupun kulit.

“Sehingga pedagang ini yang akan mensubstitusi kerugian menjual daging. Jadi kalau bagian sapi yang kurang laku dijual tersebut, terpaksa harus dikompensasi dengan menaikkan harga dagingnya, sementara harga daging tetap berpeluang naik sekalipun persedian sapinya cukup,” jelasnya.

Walaupun masyarakat tidak berharap harga daging naik, namun kalaupun nanti naik masyarakat harus pantau berapa presentase kenaikannya tersebut.

“Untuk itu penting agar kita tetap berada di pasar untuk memantau perkembangan harga daging sapi. Bagi masyarakat sebaiknya diimbau untuk bijak dalam mengonsumsi daging. Jangan terbawa nafsu untuk harus makan daging sapi di saat-saat tertentu. Tetapi sebaiknya lebih terfokus kepada esensi dari Ramadhan itu sendiri,” tambah Gunawan.

“Kebiasaan di masyarakat kita itu pada umumnya konsumsinya naik di saat-saat tertentu. Sudah pasti tetap jadi komoditas pokok itu beras, kalau daging sapi banyak substitusinya, ada daging ayam, kambing, telur ayam, ikan maupun sumber protein lain seperti tahu atau tempe,” pungkasnya.(wol/eko/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Ini Penyebabnya Harga Ayam Meroket

MEDAN, Waspada.co.id – Harga Ayam di pasaran Kota Medan meroket hingga di angka Rp40 ribu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: