_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Masyarakat Dikhawatirkan Termakan Janji Kampanye Mantan Napi
Istimewa

Masyarakat Dikhawatirkan Termakan Janji Kampanye Mantan Napi

JAKARTA, WOL – Koordinator Bidang Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz mengkhawatirkan masyarakat termakan janji kampanye mantan narapidana kasus korupsi yang mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada).

“Hal ini tentu akan membuka kembali peluang kemenangan bagi mantan napi tersebut. Apalagi dikhawatirkan masyarakat termakan janji kampanye yang dikeluarkan calon,” katanya kepada wartawan, Kamis (30/7).

Donal mengatakan, janji kampanye bisa menjadi modal besar untuk meraih suara dalam Pilkada. Calon pasti akan memberikan iming-iming terbaik bagi rakyat. Padahal calon tersebut sebelumnya pernah menyalahgunakan kewenangan demi kepentingan pribadi yang seharusnya dilakukan untuk rakyat.

Ditambah lagi menurutnya, masyarakat banyak tidak tahu seluk beluk kasus sebelumnya secara lengkap. Masyarakat juga tidak mengetahui secara rinci proses hukum yang sudah dijalani. Padahal tidak ada jaminan mantan napi yang dicalonkan menjadi pemimpin daerah tidak lagi mengulangi kesalahannya.

Ia menilai ketidaktahuan secara lengkap terkait proses hukum tersebut bisa berbahaya. Masyarakat bisa kembali memilih calon tersebut. Apalagi jika tingkat elektabilitas calon cukup tinggi. Publik cenderung memilih calon yang tingkat popularitasnya tinggi.

Oleh karena, itu masyarakat diminta lebih peduli dan tidak asal memilih calon kepala daerah dalam Pilkada serentak ini. Sebab, calon yang dipilih akan mempengaruhi kesejahteraan di daerah tinggalnya.

“Masyarakat harus lebih aware dan menghindari janji-janji kampanye calon,” ujarnya.

Beberapa mantan narapidana kasus korupsi sudah mendaftarkan diri maju dalam ajang Pilkada. Seperti Jimmy Rimba Rogi yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai calon wali kota Manado.

Saat menjabat sebagai Wali Kota Manado pada 2009, Jimmy terbukti bersalah melakukan korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Manado tahun 2006 dan 2007.  Jimmy dihukum lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Selain itu ia juga menyebut nama Soemarmo yang pernah tersandung kasus suap RAPBD Kota Semarang. Kini Soemarmo kembali maju menjadi calon Walikota Semarang dengan dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). (republika)

Check Also

57 Calegnya Belum Serahkan LHKPN, PDIP: Maklum Banyak Bukan Pejabat

JAKARTA – KPU menyatakan 57 calon anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 dari PDI Perjuangan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.