Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Masa Tanggap Darurat Gempa Lombok Diperpanjang
credit foto: voaindonesia

Masa Tanggap Darurat Gempa Lombok Diperpanjang

LOMBOK, Waspada.co.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat Gempa Lombok.

Masa tanggap darurat penanganan gempa Lombok yang sedianya berakhir Sabtu (11/8) hari ini, diperpanjang hingga 25 Agustus mendatang. Perpanjangan masa tanggap darurat pascagempa bumi berkekuatan 7 skala Richter tersebut dilakukan mengingat masih banyak masalah dalam penanganan dampak gempa.

“Kondisi di lapangan masih banyak permasalahan, seperti masih adanya korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik, gempa susulan yang masih terus berlangsung bahkan gempa yang merusak dan menimbulkan korban jiwa, dan lainnya,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (11/8).

“Dengan adanya penetapan masa tanggap darurat, maka ada kemudahan akses untuk pengerahan personil, penggunaan sumberdaya, penggunaan anggaran, pengadaan barang logistik dan peralatan, dan administrasi sehingga penanganan dampak bencana menjadi lebih cepat,” sambungnya.

Menurut Sutopo, jumlah korban gempa bumi terus bertambah. Hingga Sabtu (11/8), tercatat 387 orang meninggal dunia dengan sebaran Kabupaten Lombok Utara 334 orang, Lombok Barat 30 orang, Lombok Timur 10, Kota Mataram 9, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang.

Jumlah korban meninggal diperkirakan akan terus bertambah karena masih ada korban yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh, dan adanya korban meninggal yang belum didata dan dilaporkan ke posko.

“Jika di Kabupaten Lombok Timur kemarin dilaporkan 11 orang meninggal dunia. Setelah diverifikasi ternyata terjadi pencatatan ganda. Satu korban dilaporkan 2 kali karena menggunakan nama panggilan dan nama lengkap,” kata Sutopo.

Sementara itu, sebanyak 13.688 orang luka-luka. Pengungsi tercatat 387.067 jiwa tersebar di ribuan titik. Ratusan ribu jiwa pengungsi tersebut tersebar di Kabupaten Lombok Utara 198.846 orang, Kota Mataram 20.343 orang, Lombok Barat 91.372 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang.

Hingga H+6 masih terdapat beberapa pengungsi yang belum mendapat bantuan, khususnya di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Pemenang yang aksesnya sulit dijangkau. Juga di beberapa titik di Lombok Barat.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda, selimut, makanan siap saji, beras, MCK portable, air minum, air bersih, tendon air, mie instan, pakaian, terpal atau alas tidur, alat penerangan atau listrik, layanan kesehatan dan trauma healing,” kata Sutopo. (wol/aa/cnn/eli)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Polemik Status Bencana Nasional untuk Gempa Lombok

  JAKARTA, Waspada.co.id – Pemerintah hingga saat ini belum menetapkan status bencana nasional untuk bencana gempa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: